kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok ini adalah masyarakat pencinta lingkungan,UMKM , tanaman dan budaya
https://youtube.com/shorts/1jESp-FKdfE?si=J90cqPpaq_0NY4MC

Ketua PKK Jakpus, Menggugah Semangat Proklim RW 03 Jatinegara Kaum
Oleh ayah didi
Pembina KTH rumah kaum Jayakarta
Di sebuah siang yang teduh dibawah rindangnya pohon Pete di RW 03, Kelurahan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, semangat menjaga bumi terasa hadir bukan sebagai slogan, melainkan sebagai laku hidup sehari-hari. Rabu, 6 Mei 2026, kawasan ini menerima kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat, Witri Yeni. Namun, yang tampak bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan perjumpaan antara kepedulian dan praktik nyata warga dalam merawat lingkungan.
"Tempat ini terasa begitu nyaman dan hijau," ujar Witri. Ia tidak sekadar memuji lanskap, tetapi menangkap denyut kesadaran kolektif warga. Menurutnya, masyarakat di RW 03 tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menjaga bumi, sebuah pernyataan yang sederhana, namun sarat makna di tengah situasi perubahan iklim yang kian mengkhawatirkan.
Di hadapan kelompok kerja Program Kampung Iklim (ProKlim), Witri menyinggung realitas yang tak bisa diabaikan: iklim sedang tidak baik-baik saja. Namun, justru di tengah ketidakpastian itu, warga RW 03 menunjukkan arah yang berbeda. Dengan kesadaran yang tumbuh dari dalam, mereka menggerakkan berbagai inisiatif, dari pemilahan sampah, budidaya maggot, hingga pengembangan produk UMKM berbasis lingkungan.
Apa yang dilakukan warga ini perlahan melampaui fungsi ekologisnya. Kawasan tersebut kini mulai dilirik sebagai destinasi edukasi dan wisata lingkungan, yang bisa dikunjungi tidak hanya oleh warga lokal, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah. Letaknya yang berdekatan dengan situs sejarah Makam Pangeran Jayakarta semakin memperkuat potensi itu, memadukan pelestarian alam dengan pengenalan sejarah kepada generasi muda.
Di balik capaian itu, terdapat kerja sunyi yang tidak bisa diabaikan. Kehadiran Tim Penggerak PKK, yang sehari-hari mendampingi wali kota Jakpus , menjadi bentuk dorongan moral bagi para penggiat lingkungan, termasuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Rumah Kaum Jayakarta. Bersama elemen masyarakat lain, LMK, RT, kader posyandu, jumantik, hingga karang taruna, mereka membangun fondasi yang sama: keguyuban.
Memang, dalam konteks ProKlim, ukuran keberhasilan tidak semata pada program fisik, tetapi pada seberapa kuat ikatan sosial yang menopangnya. Tahun 2026, RW 03 Jatinegara Kaum dinilai layak untuk naik status dari kategori utama menuju lestari. Sebuah capaian yang tidak hanya menuntut konsistensi program, tetapi juga kekompakan warga dalam menjaga semangat gotong royong.
Di sinilah refleksi itu menemukan pijakannya. Gotong royong bukan sekadar warisan budaya, melainkan fondasi utama dalam menghadapi krisis iklim. Ia hadir dalam aksi kolektif, menanam pohon, mengelola sampah, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menjadi ruang belajar bersama, tempat pengetahuan lokal bertemu dengan tantangan global.
Lebih dari itu, gotong royong menumbuhkan rasa memiliki. Program tidak lagi dianggap sebagai instruksi dari atas, tetapi sebagai kebutuhan bersama. Dari sinilah keberlanjutan menemukan maknanya, bahwa menjaga lingkungan bukan pekerjaan sesaat, melainkan perjalanan panjang yang dijalani bersama.
RW 03 Jatinegara Kaum memberi pelajaran sederhana namun penting: bahwa perubahan besar sering kali berawal dari kesadaran kecil yang dirawat bersama. Di tengah kegelisahan global tentang masa depan iklim, harapan justru tumbuh dari ruang-ruang komunitas yang guyub, kompak, dan saling menguatkan.
"Semoga ProKlim di sini terus berkembang dan menular ke wilayah lain," ujar Witri menutup kunjungannya.
Harapan itu bukan tanpa dasar. Sebab di tempat ini, menjaga bumi telah menjadi bagian dari kehidupan. Dan selama semangat itu tetap hidup, masa depan yang lestari bukan sekadar angan, melainkan kemungkinan yang terus diperjuangkan.
#ayahdidiproklim03
#didisuprijadi
#rumahkaumjayakarta
#peoklimlestarirw03