
Apresiasi tersebut diberikan usai pelaksanaan salat berjamaah di Masjid Rutan Kelas IIB Pasangkayu. Dalam suasana penuh kekeluargaan, warga binaan yang telah menyelesaikan program dipanggil ke depan jamaah dan menerima hadiah sederhana yang disaksikan oleh seluruh warga binaan muslim yang hadir mengikuti salat berjamaah.
Hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi dari Pembina Kepribadian Rutan Kelas IIB Pasangkayu atas keberhasilan warga binaan menyelesaikan Program Buta Aksara. Penyerahannya diwakilkan oleh petugas pengamanan yang sedang bertugas, sebagai simbol penghargaan atas semangat belajar dan kesungguhan warga binaan selama mengikuti proses pembelajaran. Tepuk tangan dari warga binaan yang memenuhi masjid mengiringi penyerahan hadiah tersebut, menciptakan suasana haru sekaligus menjadi penyemangat bagi warga binaan lainnya.
Program Buta Aksara merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang dilaksanakan bagi warga binaan yang belum memiliki kemampuan membaca. Melalui pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, peserta dibimbing mulai dari mengenal huruf, membaca suku kata, merangkai kalimat, hingga akhirnya mampu membaca dengan baik. Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan, baik selama berada di rutan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Keberhasilan warga binaan menyelesaikan program tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan mampu menghadirkan perubahan nyata. Kemampuan membaca tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri, memudahkan warga binaan mengikuti berbagai program pembinaan lainnya, serta menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Nanang Badruzzaman, mengatakan bahwa setiap keberhasilan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan merupakan pencapaian yang patut diberikan apresiasi. Menurutnya, penghargaan yang diberikan bukan terletak pada nilai hadiahnya, melainkan sebagai bentuk penghormatan atas kemauan belajar dan tekad warga binaan untuk terus memperbaiki diri.
"Kami percaya bahwa setiap perubahan positif layak diberikan apresiasi. Pemberian hadiah ini bukan tentang besar atau kecilnya nilai yang diberikan, tetapi tentang menghargai perjuangan seseorang yang memiliki kemauan untuk belajar dan berubah. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi warga binaan lainnya untuk terus mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh. Kemampuan membaca yang mereka peroleh hari ini akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Nanang Badruzzaman.
Ia menambahkan bahwa Rutan Pasangkayu akan terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, baik melalui pembinaan kepribadian, pendidikan, maupun pembinaan kemandirian. Menurutnya, setiap proses pembinaan merupakan investasi untuk membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Bagi Rutan Pasangkayu, keberhasilan seorang warga binaan mengatasi buta aksara bukan sekadar kemampuan mengenal huruf atau membaca kalimat. Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses panjang yang dibangun melalui kesabaran, ketekunan, pendampingan, dan kemauan untuk berubah. Apresiasi yang diberikan di hadapan seluruh warga binaan menjadi pesan bahwa setiap usaha untuk memperbaiki diri akan selalu mendapat penghargaan. Melalui Program Buta Aksara, Rutan Pasangkayu terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan, sehingga setiap warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, meningkatkan kualitas diri, dan kembali ke tengah masyarakat dengan bekal ilmu, kepercayaan diri, serta harapan baru.