
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut diikuti oleh seluruh petugas, staf, dan peserta magang. Selain menjadi agenda rutin untuk memperkuat kedisiplinan dan tanggung jawab, upacara juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan pembinaan kepada seluruh warga binaan.
Sebelum menyampaikan amanat, Kepala Rutan mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026).
Ketiga korban diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Mereka meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Ajakan mengheningkan cipta tersebut menjadi pengingat bahwa tugas pelayanan kepada masyarakat memiliki tanggung jawab dan risiko yang harus dijalankan dengan penuh pengabdian. Penghormatan diberikan sebagai bentuk rasa duka sekaligus penghargaan atas pengabdian para korban dalam menjalankan tugasnya.
Usai momen tersebut, Kepala Rutan mengarahkan amanatnya kepada jajaran petugas dan warga binaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga binaan yang setiap hari berupaya menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk menjaga kerja sama dalam menciptakan lingkungan Rutan yang aman dan kondusif.
"Kita di sini adalah sebuah keluarga. Tempat ini merupakan rumah kita semua. Ada petugas, ada warga binaan, dan semuanya memiliki peran masing-masing," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu.
Menurutnya, petugas memiliki peran sebagai pembina, sementara warga binaan memiliki tanggung jawab untuk mengikuti aturan dan memanfaatkan berbagai program yang diberikan. Keduanya perlu berjalan bersama karena keberhasilan pembinaan tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa tujuan dari seluruh proses pembinaan adalah memberikan kemampuan dan bekal hidup kepada warga binaan agar dapat digunakan ketika kelak kembali ke tengah masyarakat. Karena itu, berbagai kesempatan untuk belajar, membaca, berlatih, dan mengembangkan keterampilan perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Dalam amanatnya, Kepala Rutan juga mengajak warga binaan yang memiliki pengetahuan, pendidikan, maupun keterampilan untuk membantu teman-temannya yang masih membutuhkan. Pengetahuan yang dimiliki, menurutnya, akan semakin bermanfaat ketika dibagikan kepada orang lain.
"Kalau kita memiliki ilmu dan kita ajarkan kepada orang lain, ilmu itu akan memberikan manfaat. Karena itu, mari saling belajar dan saling membantu untuk menjadi lebih baik," pesannya.