Rutan Pasangkayu
Rutan Pasangkayu Lainnya

Akun Resmi Rutan Kelas IIB Pasangkayu Sulawesi Barat

Selanjutnya

Tutup

Video

Sejenak Menunduk, Karutan Pasangkayu Titip Pesan tentang Perubahan

14 September 2026   21:01 Diperbarui: 14 September 2026   21:13 46 0 0

Pelaksanaan Upacara Bendera Rutan Pasangkayu
Pelaksanaan Upacara Bendera Rutan Pasangkayu
Pasangkayu -- Masa lalu merupakan bagian dari perjalanan, tetapi hari ini selalu memberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu dalam Upacara Bendera Rutin Hari Senin yang digelar di Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Senin (14/9/2026).

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut diikuti oleh seluruh petugas, staf, dan peserta magang. Selain menjadi agenda rutin untuk memperkuat kedisiplinan dan tanggung jawab, upacara juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan pembinaan kepada seluruh warga binaan.

Sebelum menyampaikan amanat, Kepala Rutan mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026).

Ketiga korban diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Mereka meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ajakan mengheningkan cipta tersebut menjadi pengingat bahwa tugas pelayanan kepada masyarakat memiliki tanggung jawab dan risiko yang harus dijalankan dengan penuh pengabdian. Penghormatan diberikan sebagai bentuk rasa duka sekaligus penghargaan atas pengabdian para korban dalam menjalankan tugasnya.

Usai momen tersebut, Kepala Rutan mengarahkan amanatnya kepada jajaran petugas dan warga binaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga binaan yang setiap hari berupaya menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk menjaga kerja sama dalam menciptakan lingkungan Rutan yang aman dan kondusif.

"Kita di sini adalah sebuah keluarga. Tempat ini merupakan rumah kita semua. Ada petugas, ada warga binaan, dan semuanya memiliki peran masing-masing," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu.

Menurutnya, petugas memiliki peran sebagai pembina, sementara warga binaan memiliki tanggung jawab untuk mengikuti aturan dan memanfaatkan berbagai program yang diberikan. Keduanya perlu berjalan bersama karena keberhasilan pembinaan tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa tujuan dari seluruh proses pembinaan adalah memberikan kemampuan dan bekal hidup kepada warga binaan agar dapat digunakan ketika kelak kembali ke tengah masyarakat. Karena itu, berbagai kesempatan untuk belajar, membaca, berlatih, dan mengembangkan keterampilan perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Dalam amanatnya, Kepala Rutan juga mengajak warga binaan yang memiliki pengetahuan, pendidikan, maupun keterampilan untuk membantu teman-temannya yang masih membutuhkan. Pengetahuan yang dimiliki, menurutnya, akan semakin bermanfaat ketika dibagikan kepada orang lain.

"Kalau kita memiliki ilmu dan kita ajarkan kepada orang lain, ilmu itu akan memberikan manfaat. Karena itu, mari saling belajar dan saling membantu untuk menjadi lebih baik," pesannya.

Dorongan tersebut menjadi salah satu cara membangun pembinaan yang tidak hanya berlangsung satu arah. Warga binaan juga dapat berperan dalam menciptakan lingkungan belajar dengan berbagi kemampuan yang mereka miliki.

Kepala Rutan kemudian mengajak warga binaan untuk tidak terus terpaku pada masa lalu. Menurutnya, apa yang telah terjadi merupakan bagian dari perjalanan hidup, sedangkan hal yang dapat dilakukan saat ini adalah berusaha memberikan yang terbaik.

"Yang menjadi tugas kita adalah hari ini. Apa yang bisa kita lakukan hari ini, mari kita lakukan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan secara bertahap. Pendidikan, keterampilan, kedisiplinan, latihan, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian dari proses yang dapat membantu warga binaan membangun kembali kemampuan dirinya.

Dalam konteks pemasyarakatan, pembinaan tidak berhenti pada bagaimana warga binaan menjalani masa pidana dengan tertib. Lebih dari itu, proses tersebut diarahkan untuk mempersiapkan mereka agar memiliki bekal ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Karena itu, Kepala Rutan turut mengingatkan seluruh warga binaan untuk menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan Rutan. Hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar berbagai program pembinaan dapat terus berjalan dengan baik.

Pada akhirnya, pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut kembali kepada satu tujuan, yakni memberikan manfaat. Setiap kesempatan belajar dan setiap keterampilan yang dikembangkan diharapkan menjadi bagian dari bekal warga binaan untuk menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.

Rutan bukan sekadar tempat menjalani masa pidana, tetapi juga ruang untuk belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan. Dari kedisiplinan menjaga lingkungan hingga keberanian untuk terus belajar, setiap langkah kecil menjadi bagian dari proses menuju perubahan yang lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2