
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut diikuti pejabat struktural, petugas, dan warga binaan. Dalam amanatnya, Kepala Rutan Pasangkayu, Muarif Khakim, menyampaikan sejumlah hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari di dalam Rutan, mulai dari fasilitas, kebersihan, kepatuhan terhadap aturan, hingga pelaksanaan pembinaan.
Salah satu perhatian adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana, khususnya di Blok B. Penyediaan lemari dan tempat tidur yang lebih sesuai dengan standar menjadi bagian dari peningkatan fasilitas bagi warga binaan. Seiring dengan itu, warga binaan diminta menggunakan dan merawat fasilitas tersebut dengan baik serta tidak membuat atau menggunakan fasilitas yang tidak sesuai dengan standar.
"Fasilitas yang sudah disediakan harus kita jaga bersama. Rutan ini merupakan tempat pembinaan dan pendidikan, sehingga aturan, ketertiban, dan tanggung jawab harus berjalan bersama," ujar Muarif.
Pesan tersebut kemudian menyentuh hal yang sederhana tetapi dekat dengan kehidupan sehari-hari: kebersihan. Warga binaan didorong untuk ikut menjaga lingkungan Rutan dengan memilah sampah organik dan sampah kering yang masih dapat didaur ulang. Kebersihan tidak hanya menjadi pekerjaan petugas, tetapi juga bagian dari tanggung jawab mereka yang tinggal dan beraktivitas di dalam Rutan.
Muarif juga mengingatkan bahwa hak warga binaan, termasuk remisi dan program integrasi, diberikan berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, warga binaan perlu menjalankan kewajibannya dengan mengikuti program pembinaan kepribadian dan kemandirian serta mematuhi tata tertib yang berlaku.
Di sisi lain, petugas mendapat penguatan mengenai perannya dalam proses tersebut. Pelaksanaan tugas Pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan administratif, tetapi juga pembinaan dan pelayanan. Warga binaan perlu mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, keterampilan, serta bekal yang dapat membantu mereka ketika kembali ke tengah masyarakat.
Di sinilah pesan upacara tersebut menjadi lebih luas. Fasilitas yang baik membutuhkan kepedulian untuk merawatnya. Hak membutuhkan kewajiban yang dijalankan. Sementara pembinaan membutuhkan keterlibatan petugas dan warga binaan. Ketiganya berjalan bersama untuk menjaga lingkungan Rutan tetap aman, tertib, dan mendukung proses perubahan.
Upacara Bendera berlangsung tertib dan khidmat. Bagi Rutan Pasangkayu, Senin pagi tersebut bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi menjadi ruang untuk mengingatkan kembali bahwa Pemasyarakatan tidak hanya menjaga keamanan. Ada manusia yang sedang dibina, ada tanggung jawab yang harus dijalankan, dan ada bekal yang perlu dipersiapkan sebelum mereka kembali ke masyarakat.