
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu melaksanakan skrining TBC terhadap 212 warga binaan pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Rutan Pasangkayu ini terlaksana melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu dan Klinik Parahita Palu.
Rangkaian pemeriksaan diawali dengan pendataan oleh petugas medis Rutan Pasangkayu. Setelah terdata, warga binaan diarahkan secara bertahap menuju ruang perawatan di Klinik Pratama untuk menjalani pemeriksaan rontgen dada oleh petugas kesehatan dari Klinik Parahita Palu menggunakan perangkat rontgen yang telah disiapkan.
Setelah pemeriksaan rontgen selesai, warga binaan selanjutnya menjalani pemeriksaan oleh dokter dari Klinik Parahita Palu. Pada tahap ini, dokter melakukan pemeriksaan serta memberikan penjelasan kepada masing-masing warga binaan mengenai kondisi dan hasil pemeriksaan yang telah dijalani. Apabila diperlukan, warga binaan dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan diagnostik lanjutan sesuai prosedur medis.
Dokter Pratama Rutan Kelas IIB Pasangkayu, dr. Riri, menjelaskan bahwa skrining merupakan langkah penting untuk mengenali kondisi kesehatan warga binaan sejak dini. Pemeriksaan rontgen yang dilanjutkan dengan pemeriksaan dan konsultasi bersama dokter membantu memberikan gambaran awal kondisi kesehatan sehingga kebutuhan tindak lanjut dapat diketahui.
"Skrining ini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sejak dini. Melalui pemeriksaan rontgen dan pemeriksaan lanjutan oleh dokter, kita dapat memperoleh gambaran kondisi kesehatan mereka sehingga upaya pencegahan dan tindak lanjut dapat dilakukan dengan tepat," jelas dr. Riri.
Di tempat yang sama, Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu, Muarif Khakim, menyampaikan bahwa pemenuhan hak kesehatan merupakan bagian penting dari pelayanan kepada warga binaan. Menurutnya, upaya deteksi dini melalui kerja sama dengan instansi kesehatan menjadi salah satu langkah untuk memastikan perhatian terhadap kesehatan tetap berjalan selama warga binaan menjalani masa pembinaan.
"Pemenuhan hak kesehatan warga binaan merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan kami. Melalui sinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu dan Klinik Parahita Palu, kami berharap upaya deteksi dini dapat semakin optimal sehingga warga binaan yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medisnya," ungkap Muarif Khakim.
Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh tim kesehatan Rutan Pasangkayu, yakni dr. Riri selaku Dokter Pratama, perawat Ilham Kurniawan dan Ika Darmawaty, serta para peserta magang yang membantu kelancaran rangkaian pemeriksaan.
Melalui skrining terhadap 212 warga binaan ini, Rutan Pasangkayu berupaya memperkuat penemuan kasus TBC sejak dini, mengantisipasi risiko penularan, serta memastikan warga binaan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut memperoleh tindak lanjut medis sesuai standar.
Sebab, menjaga kesehatan di lingkungan pemasyarakatan bukan hanya tentang melindungi satu individu, tetapi juga menjaga kesehatan seluruh penghuni dan petugas yang hidup serta beraktivitas dalam lingkungan yang sama. Satu pemeriksaan mungkin dimulai dari seorang individu, tetapi upaya perlindungannya membawa manfaat bagi banyak kehidupan.