Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Rayuan Bandung kepada Roro Jonggrang Diungkapkan Lewat Lagu Diiringi Dansa

9 Juli 2024   13:02 Diperbarui: 9 Juli 2024   20:32 791 7 3

Rayuan Bandung kepada Roro Jonggrang Diungkapkan Lewat Lagu Diiringi Dansa

Legenda Roro Jonggrang yang disajikan dalam bentuk seni drama dan tari (sendratari) cukup memukau penonton. Sendratari dengan iringan musik spesial, tata lampu yang apik akan memanjakan mata dan telinga para penonton di Gedung Tri Murti kawasan candi Prambanan Yogyakarta.

Adegan awal sendratari Roro Jonggrang (dokpri)
Adegan awal sendratari Roro Jonggrang (dokpri)
Pada babak Bandung (putra mahkota Kerajaan Pengging) merayu Roro Jonggrang, ada dialog yang sangat mengesankan. Selain itu, penampilan keduanya ditemani atau dengan latar empat pasang penari balet yang berdansa dengan atraktif. Penonton dibuat berdecak kagum saat penari wanita berdiri pada kedua paha pasangannya. Keempat pasang penari itu dapat beraksi secara bersamaan dalam formasi yang apik.

Legenda Roro Jonggrang

Cerita yang dituturkan secara turun-temurun seolah-olah benar adanya. Dalam legenda Roro Jonggrang dikisahkan bahwa Ratu Boko mempunyai seorang putri yang cukup cantik. Putri Ratu Boko itu menarik perhatian Bandung. Pada saat Bandung bertemu Roro Jonggrang, ia mencoba merayu agar bersedia menjadi istrinya.

Bandung merayu Roro Jonggrang (dokpri)
Bandung merayu Roro Jonggrang (dokpri)
Pada saat merayu itulah diwujudkan dalam sebuah adegan yang cukup memukau penonton. Ada dialog (rekaman) dan latar penari dansa (balet) yang atraktif. Rayuan Bandung tidak sampai tuntas karena pasukan Ratu Boko mengetahui kejadian itu.

Ada dua cuplikan video yang ditampilkan pada awal tulisan ini. Video pertama diambil dari sisi kanan panggung (14/6/2024). Kemudian cuplikan video kedua diambil dari sisi kiri panggung (28/7/2023).  

Terjadilah perkelahian (peperangan) antara Bandung dengan Ratu Boko dan prajuritnya. Nasib malang menimpa orang tua Roro Jonggrang itu. Dalam perkelahian itu, Ratu Boko tewas.

Kematian sang ayah diketahui oleh putri cantiknya itu. Pada saat itulah ditampilkan adegan dalam sendratari yang cukup memukau. Ada sorot lampu yang mengarah ke sosok Roro Jonggrang. Kemudian  Roro Jonggrang berucap kepada Bandung bahwa dia mau dipersunting asalkan Bandung sanggup memenuhi permintaanya.  

Permintaan Roro Jonggrang kepada Bandung diucapkan dalam cuplikan video yang dapat Anda saksikan pada tautan di bawah ini. Permintaan itu sudah sangat terkenal, yaitu Bandung harus mampu membuatkan candi sebanyak seribu (1.000) hanya dalam waktu satu malam.

Atas permintaan itu Bandung menyanggupi. Segala daya upaya dilakukan agar keinginan Roro Jonggrang dapat dipenuhi. Sementara itu, Roro Jonggrang tidak tinggal diam. Dia ingin menggagalkan upaya Bandung membuat seribu candi dalam satu malam .

Upaya apa yang dilakukan Roro Jonggrang dan prajuritnya dapat disaksikan dalam cuplikan video berikut ini. Untuk membuat hari cepat pagi, Roro Jonggrang menyuruh prajuritnya agar membakar jerami. Selain itu, para prajurit perempuan diminta membunyikan lesung yang menandakan bahwa (seolah-olah) hari sudah pagi. Pada masa itu orang menumbuk padi (mengupas kulit padi) dengan menggunakan lesung. Alat penumbuk berupa alu atau antan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2