Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video

Warung Kolaborasi di Slasar Malioboro Yogyakarta Cukup Nyaman

19 Juli 2024   06:35 Diperbarui: 19 Juli 2024   06:37 965 9 3

Wedang Uwuh (dokpri)
Wedang Uwuh (dokpri)
Seperti pada rumah makan yang lain, pesanan yang diantarkan lebih dahulu adalah minuman. Proses menyiapkan minuman relatif lebih cepat dibandingkan proses menyiapkan makanan yang kami pesan.

Mengamati pengunjung (dokpri)
Mengamati pengunjung (dokpri)
Sambil menunggu makanan diracik atau disiapkan, saya mengamati sekeliling tempat duduk kami. Pengunjung tampak mulai berdatangan. Waktu itu memang jam makan sehingga banyak orang yang ingin menikmati hidangan makan di warung atau rumah makan dengan bangunan permanen di Slasar Malioboro, sebelah selatan (samping) stasiun Tugu Yogyakarta.

Warung Kolaborasi Lebih Ramai

Dibandingkan warung tunggal, saya perhatikan warung kolaborasi lebih banyak pengunjung. Konsep warung kolaborasi sudah diterapkan di berbagai daerah. Ada yang memberikan nama Pujasera, Pusat Jajanan Serbaada. Pada beberapa rest area di berbagai daerah sering kami jumpai pula warung kolaborasi tersebut.

Di sekolah-sekolah besar, kantin yang berada di sekolah tersebut juga menerapkan konsep warung kolaborasi. Dengan demikian, bisa hemat tempat dan berupaya menarik pengunjung lebih baik.

Apa itu warung kolaborasi? Istilah warung kolaborasi  ini mengacu pada suatu bangunan atau lokasi yang terdiri atas beberapa pedagang makanan dan minuman dengan menu yang bervariasi. Kemudian tempat untuk menikmati hidangan itu menjadi satu. Artinya, pembeli dari tempat penjual A, B, C, dan seterusnya dapat memilih tempat duduk yang disediakan untuk semua pembeli.

Untuk pelaku usaha baru atau pedagang yang ingin dikenal alangkah lebih baik mencoba ikut berjualan di warung kolaborasi. Pada awal berjualan mungkin belum ada yang melirik atau tertarik. Seiring berjalannya waktu, pengunjung yang pernah melihat warung baru Anda, kemungkinan akan mencoba atau ingin merasakan seperti apa hidangan yang dijual.

Pada umumnya manusia ingin merasakan sesuatu yang berbeda, meskipun ia sudah memiliki warung langganan tertentu di warung kolaborasi.

Berbelanja atau makan di warung kolaborasi, menurut saya lebih nyaman karena daftar harga sudah tertera. Kita tidak akan tertipu atau dibohongi. Selain itu, kita bisa cepat berpindah ke warung atau angkringan lain jika pelayanan kurang cepat atau menu yang kita pesan sudah habis. Kita tidak perlu keluar dari lokasi warung kolaborasi untuk mencari tempat lain yang tentu akan membutuhkan waktu sementara "kampng tengah" sudah berterika minta diisi. Ada kemungkinan pula kita tidak punya cukup waktu untuk berpindah ke rumah makan lain. 

Dalam satu lokasi kita  dapat memilih makanan dan minuman sesuai selera dan tentu saja sesuai isi kantong. Kita juga dapat mengajak anggota rombongan yang banyak ketika berada di warung kolaborasi. Untuk menunggu makanan yang dipesan juga bisa cepat karena kita dapat memesan dari beberapa angkringan yang tersedia. Setiap angkringan ada juru masak masing-masing sehingga proses penyajian makanan dapat dilakukan dengan waktu relatif cepat.

Warung kolaborasi di Slasar Malioboro (dokpri)
Warung kolaborasi di Slasar Malioboro (dokpri)
Trotoar cukup lebar di Slasar Malioboro (dokpri)
Trotoar cukup lebar di Slasar Malioboro (dokpri)

Penajam Paser Utara, 19 Juli 2024

 

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2