Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.
Warung Kolaborasi di Slasar Malioboro Yogyakarta Cukup Nyaman
Berbicara Malioboro di Yogyakarta tidak akan ada habis-habisnya. Selalu ada yang unik dan menarik. Pengalaman menikmati santapan adalah cerita yang dapat bervariasi. Kisah wisatawan yang merasa "dirampok" di rumah makan atau warung tenda sering kita baca. Harga makanan dan minuman yang "mencekik" sering kita dengar.

Pada tanggal 25 Juni 2024 saya dan istri tercinta menikmati makan di siang dan malam hari di Slasar Malioboro. Lokasi tempat makan yang kami pilih adalah sebuah rumah makan dengan bangunan permanen (bukan warung tenda).
Pada siang hari kami masuk pintu sebelah kiri bangunan rumah makan itu. Kami langsung disodori daftar menu makanan. Lapak atau angkringan yang berada di dekat pintu sebelah kiri itulah yang melayani.
Saat kami perhatikan di sekitar tempat duduk kami, ternyata ada beberapa lapak atau angkringan lain. Setiap angkringan ada staf khusus yang bertugas menyambut para pengunjung dengan membawa daftar menu makanan dan minuman.
Meja makan cukup banyak. Pada sisi-sisi ruangan (tepi ruang) ada angkringan dengan menu makanan yang berbeda dengan angkringan lain.



Saya memilih bakmi goreng Jawa. Sementara itu, istri tercinta memilih masakan soto. Untuk minuman, kami juga memilih jenis yang berbeda. Saya memesan teh panas sedangkan istri memesan wedang uwuh.


Warung Kolaborasi Lebih Ramai
Dibandingkan warung tunggal, saya perhatikan warung kolaborasi lebih banyak pengunjung. Konsep warung kolaborasi sudah diterapkan di berbagai daerah. Ada yang memberikan nama Pujasera, Pusat Jajanan Serbaada. Pada beberapa rest area di berbagai daerah sering kami jumpai pula warung kolaborasi tersebut.
Di sekolah-sekolah besar, kantin yang berada di sekolah tersebut juga menerapkan konsep warung kolaborasi. Dengan demikian, bisa hemat tempat dan berupaya menarik pengunjung lebih baik.
Apa itu warung kolaborasi? Istilah warung kolaborasi ini mengacu pada suatu bangunan atau lokasi yang terdiri atas beberapa pedagang makanan dan minuman dengan menu yang bervariasi. Kemudian tempat untuk menikmati hidangan itu menjadi satu. Artinya, pembeli dari tempat penjual A, B, C, dan seterusnya dapat memilih tempat duduk yang disediakan untuk semua pembeli.
Untuk pelaku usaha baru atau pedagang yang ingin dikenal alangkah lebih baik mencoba ikut berjualan di warung kolaborasi. Pada awal berjualan mungkin belum ada yang melirik atau tertarik. Seiring berjalannya waktu, pengunjung yang pernah melihat warung baru Anda, kemungkinan akan mencoba atau ingin merasakan seperti apa hidangan yang dijual.
Pada umumnya manusia ingin merasakan sesuatu yang berbeda, meskipun ia sudah memiliki warung langganan tertentu di warung kolaborasi.
Berbelanja atau makan di warung kolaborasi, menurut saya lebih nyaman karena daftar harga sudah tertera. Kita tidak akan tertipu atau dibohongi. Selain itu, kita bisa cepat berpindah ke warung atau angkringan lain jika pelayanan kurang cepat atau menu yang kita pesan sudah habis. Kita tidak perlu keluar dari lokasi warung kolaborasi untuk mencari tempat lain yang tentu akan membutuhkan waktu sementara "kampng tengah" sudah berterika minta diisi. Ada kemungkinan pula kita tidak punya cukup waktu untuk berpindah ke rumah makan lain.
Dalam satu lokasi kita dapat memilih makanan dan minuman sesuai selera dan tentu saja sesuai isi kantong. Kita juga dapat mengajak anggota rombongan yang banyak ketika berada di warung kolaborasi. Untuk menunggu makanan yang dipesan juga bisa cepat karena kita dapat memesan dari beberapa angkringan yang tersedia. Setiap angkringan ada juru masak masing-masing sehingga proses penyajian makanan dapat dilakukan dengan waktu relatif cepat.


Penajam Paser Utara, 19 Juli 2024