Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.
Berburu Makanan Jumat Berkah di Masjid Bukit Gambir, Johor, Malaysia
Bukan hal yang aneh masjid-masjid di Indonesia menyediakan makanan untuk jamaah seusai salat Jumat. Istilah yang digunakan adalah Jumat Berkah. Dengan menyumbang makanan untuk jamaah yang melaksanakan salat Jumat, para ibu rumah tangga ikut mengambil kesempatan untuk meraih pahala.
Berbagi pada hari Jumat sangat baik, apalagi sasaran orang yang diinginkan adalah para jamaah masjid. Tentu hal itu akan menambah berkah.
Entah mulai dari mana, kebiasaan menyumbang makanan ke masjid pada hari Jumat sudah berlangsung cukup lama. Ada yang sekadar menyiapkan air minum. Ada pula yang menyiapkan kue-kue atau camilan. Ada pula yang menyiapkan makanan berat berupa nasi kotak atau nasi bungkus.
Makanan di Masjid Johor Malaysia
Pada hari Jumat (20/6/25) saya berjalan kaki dari rumah kakak ipar menuju masjid Bukit Gambir di Johor, Malaysia. Saya harus menyeberang jalan yang tidak begitu ramai. Pengguna jalan rata-rata mengendarai mobil. Pengendara sepeda motor juga ada. Pejalan kaki tidak banyak.
Saya perlu waspada karena jalan raya ada di depan masjid. Pengemudi mobil umumnya melajukan kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi, menurut saya. Jalanan yang tidak begitu ramai membuat pengemudi leluasa utuk mengatur kecepatan mobilnya.
Pada saat saya memasuki gerbang Masjid Bukit Gambir, jamaah belum terlalu banyak. Namun, dari kejauhan saya melihat anak-anak dan orang dewasa ada yang sedang menikmati makanan yang diambil dari sebuah wadah di teras masjid.
Saya penasaran, makanan jenis apa yang sedang mereka ambil. Apakah makanan yang disediakan sama dengan makanan yang biasa disediakan di masjid-masjid Indonesia.
Bukankah waktu salat belum tiba? Biasanya di Indonesia, makanan Jumat berkah dibagikan setelah usai salat. Saat itu waktu salat belum tiba.
Rupanya pepatah lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya berlaku di sana. Setiap wilayah memiliki adat, kebiasaan, dan peraturan yang berbeda-beda.
Setelah dekat teras masjid, saya pun melakukan pengamatan sebentar. Saya perhatikan jamaah yang silih berganti mengambil makanan dari dalam sebuah wadah berupa kardus. Setelah mengambil ada yang segera mencari tempat untuk duduk dan segera menikmati makanan yang diambilnya.
Makanan itu dingin. Pembungkusnya berupa plastik transparan. Saya segera melangkah untuk ikut mengambil makanan. Masih tersisa beberapa bungkus.
Setelah mengambil satu bungkus, saya segera mencari tempat duduk di lantai teras masjid. Ada beberapa orang sudah duduk di sana. Tanpa merasa canggung, saya segera menikmati makanan yang dingin tersebut.
Makanan dingin? Apa ya? Kalau Anda sudah menyaksikan potongan video yang disertakan dalam artikel sederhana ini, tentu sudah dapat menjawab. Hal yang pasti, bukan kue dan bukan pula nasi plus lauknya. Lalu apa?
Beberapa saat setelah saya selesai menikmati makanan Jumat berkah di masjid Bukit Gambir, Johor, Malaysia itu, saya pun segera membuang pembungkus makanan tersebut. Tepatnya, memasukkan bekas pembungkus makanan ke tempat sampah.
Sambil membuang pembungkus, saya mengintip kotak tempat makanan. Alhamdulillah, makanan dalam kotak sudah habis. Berkah orang yang memberikan sumbangan dan berkah untuk yang menikmati makanan.
Manfaat Menyediakan Makanan pada Hari Jumat di Masjid
Banyak manfaat bagi jamaah salat Jumat. Mungkin ada musafir yang singgah ke masjid dan belum sarapan. Dengan adanya makanan di masjid, sang musafir dapat menikmati makanan tanpa harus mencari warung makan.
Anak-anak yang kurang bersemangat ke masjid, dengan adanya makanan disediakan gratis, tentu akan tertarik untuk datang ke masjid.
Anak-anak yang kurang nafsu makan di rumah, ada kemungkinan akan meningkat nafsu makannya saat ada makanan di masjid. Ia akan beramai-ramai dengan teman sebayanya mengambil makanan dan menikmat bersama. Kebersamaan itulah yang akan meningkatkan nafsu makan.
Manfaat lain masih cukup banyak, misalnya untuk mengedukasi masyarakat bahwa masjid bukan semata-maat tempat untuk ritual ibadah (salat). Di masjid masyarakat dapat menyumbangkan makanan dan dapat mengambil makanan gratis.
Bagaimana dengan Anda?
Ditulis di Klaten, 29 Agustus 2025