Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.
Demikian penjelasan dari Mas Makmur. Saya pun merasa lega. Sesi materi yang 'bermanfaat' bagi pengawas disampaikan lebih dahulu. Saat saya tanyakan durasi penyampaian materi, mereka memperkirakan tidak terlalu lama. Itu berarti saya dapat 'cabut' setelah materi web berakhir.

Tidak lama berselang, para peserta berdatangan ke ruang pertemuan yang cukup nyaman itu. Ada ketua MKKS, ketua K3S tiap kecamatan ditambah operator sekolah masing-masing. Beberapa operator sudah mengenal saya.
Laptop sudah saya aktifkan sejak tiba di ruangan itu. Akses internet segera saya sambungkan dengan hotspot. HP saya jadikan 'induk' untuk mengakses internet. Walaupun awalnya 'lelet' lama-lama bisa lancar juga. Spesifikasi laptop yang 'menghambat' kelancaran penggunaan jaringan internet. Itu asumsi saya.
Langkah-langkah membuka web disdikpora sudah tidak asing lagi bagi kami yang diundang. Kegiatan yang dilatihkan kepada kami adalah proses untuk menjadi 'admin' dan cara mengunggah informasi ke dalam web tersebut.
Langkah demi langkah disampaikan oleh Pak Ronald dengan bahasa yang mudah dipahami. Namun, saya sempat tertinggal satu langkah yang sangat vital, yaitu memasukkan nama pengguna dan password. Beruntunglah ada Pak Salmani, kepsek dari Babulu yang juga salah satu anggota tim penilai angka kredit guru (untuk kenaikan pangkat). Dia membantu saya untuk 'masuk' ke dalam 'panel' sebagai 'admin'.
Proses mengunggah berita dan video diberitahukan langkah demi langkah. Peserta yang sudah terbiasa membuka surel (email) tentu tidak akan menemui kesulitan menerima penjelasan seperti itu. Kami begitu asyik mencoba teori yang diberikan. Tidak terasa waktu sudah pukul sebelas siang.
Setelah menikmati kopi hangat dan memasukkan nasi kotak ke dalam tas punggung, saya segera berpamitan. Tentu, laptop, HP, dan kabel charger sudah dimasukkan pula. Pak Panggih, ketua K3S dari Kecamatan Sepaku yang sempat saya salami selain Pak Ronald. Saya pun segera melajukan sepeda motor menyusuri jalanan yang panas menuju Tunan, SMPN 23 PPU.
Saat saya dalam perjalanan, saya tidak mau diganggu dengan suara dering panggilan handphone. Saya fokus pada tujuan. Perjalanan yang saya lakukan tidak memerlukan waktu lama. Itu asumsi saya. Dengan begitu, saya tidak akan terlalu terlambat utuk membuka atau menjawab panggilan HP.
Begitu saya tiba di halaman parkir SMPN 23 PPU, mobil dan kendaraan bermotor yang diparkir masih cukup banyak. Anak-anak sekolah sudah pulang. Saya tadi sempat melihat mereka masih duduk-duduk menunggu angkot yang akan membawa mereka pulang ke rumah. Waktu kegiatan ulangan tengah semester atau penilaian tengah semester memang lebih cepat daripada waktu belajar hari biasa.
Saya disambut dengan cukup ramah oleh Bu Kus di koridor dekat ruang kepsek. Saya lihat sudah lengkap pihak-pihak terkait. Pak Jaman kepsek baru sudah ada dan Pak Daman, Plt. Kadisdikpora juga sudah siap. Kami pun segera dipersilakan menuju sebuah ruang yang sudah dipersiapkan untuk acara serah terima jabatan kepala sekolah tersebut.