Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video

Meninggalkan Satu Acara untuk Hadiri Acara Lain

8 Januari 2026   09:12 Diperbarui: 8 Januari 2026   07:17 115 2 2

Meninggalkan Satu Acara untuk Hadiri Acara Lain


            Hujan turun lagi. Hujan membawa berkah. Hujan sangat dirindukan akhir-akhir ini. Alhamdulillah. Saya merasa bersyukur hujan turun lagi saat saya sudah tertidur. Saya terbangun beberapa kali mendengar suara air yang turun dari langit.

Foto kenangan September 2019 (dokpri)
Foto kenangan September 2019 (dokpri)

            Untunglah hujan tidak terlalu lama. Jika hujan turun beberapa jam lagi, kemungkinan banjir akan terjadi di wilayah perumahan kami. Saya pun dapat melaksanakan aktivitas dengan lancar pada pagi hari ini.

            Ada dua agenda saya pada hari ini, Kamis (26/9/2019). Pertama, acara di SMPN 21 PPU yang rencananya dimulai pukul sembilan pagi. Kemudian acara kedua di SMPN 23 PPU di Tunan. Menurut undangan secara lisan (by phone),  acara di SMPN 23 PPU itu pada pukul setengah dua belas.

            Sementara itu, teman-teman pengawas yang lain memiliki agenda kunjungan ke wilayah Sepaku. Delapan pengawas SMP meluncur ke Sepaku pagi hari ini.

            Sebelum pukul sembilan pagi saya sudah tiba di ruang pertemuan SMPN 21 PPU. Pak Ronald dan Mas Makmur sedang sibuk mempersiapkan LCD player dan sound system. Belum ada peserta 'sosialisasi' yang lain yang tampak dalam ruangan itu. Dengan demikian, saya dapat berbincang-bincang dengan kedua 'ahli IT' disdikpora tersebut.

            "Saya ada undangan serah terima jabatan kepsek SMPN 23 siang ini. Tempat Bu Kus. Serah terima sama Pak Jaman."

            Mas Makmur dan Pak Ronald pun berdiskusi untuk menentukan acara yang lebih dahulu akan disampaikan. Maksudnya, siapa yang akan tampil lebih awal, Pak Ronald atau Mas Makmur.

            "Nanti, untuk pengawas fokus ke web disdikpora. Akan disampaikan lebih dahulu oleh Pak Ronald!"

            Demikian penjelasan dari Mas Makmur. Saya pun merasa lega. Sesi materi yang 'bermanfaat' bagi pengawas disampaikan lebih dahulu. Saat saya tanyakan durasi penyampaian materi, mereka memperkirakan tidak terlalu lama. Itu berarti saya dapat 'cabut' setelah materi web berakhir.

Pak Ronald memakai kemeja coklat (dokpri)
Pak Ronald memakai kemeja coklat (dokpri)

            Tidak lama berselang, para peserta berdatangan ke ruang pertemuan yang cukup nyaman itu. Ada ketua MKKS, ketua K3S tiap kecamatan ditambah operator sekolah masing-masing. Beberapa operator sudah mengenal saya.

            Laptop sudah saya aktifkan sejak tiba di ruangan itu. Akses internet segera saya sambungkan dengan hotspot. HP saya jadikan 'induk' untuk mengakses internet. Walaupun awalnya 'lelet' lama-lama bisa lancar juga. Spesifikasi laptop yang 'menghambat' kelancaran penggunaan jaringan internet. Itu asumsi saya.

            Langkah-langkah membuka web disdikpora sudah tidak asing lagi bagi kami yang diundang. Kegiatan yang dilatihkan kepada kami adalah proses untuk menjadi 'admin' dan cara mengunggah informasi ke dalam web tersebut.

            Langkah demi langkah disampaikan oleh Pak Ronald dengan bahasa yang mudah dipahami. Namun, saya sempat tertinggal satu langkah yang sangat vital, yaitu memasukkan nama pengguna dan password. Beruntunglah ada Pak Salmani, kepsek dari Babulu yang juga salah satu anggota tim penilai angka kredit guru (untuk kenaikan pangkat). Dia membantu saya untuk 'masuk' ke dalam 'panel' sebagai 'admin'.

            Proses mengunggah berita dan video diberitahukan langkah demi langkah. Peserta yang sudah terbiasa membuka surel (email) tentu tidak akan menemui kesulitan menerima penjelasan seperti itu. Kami begitu asyik mencoba teori yang diberikan. Tidak terasa waktu sudah pukul sebelas siang.

            Setelah menikmati kopi hangat dan memasukkan nasi kotak ke dalam tas punggung, saya segera berpamitan. Tentu, laptop, HP, dan kabel charger sudah dimasukkan pula. Pak Panggih, ketua K3S dari Kecamatan Sepaku yang sempat saya salami selain Pak Ronald. Saya pun segera melajukan sepeda motor menyusuri jalanan yang panas menuju Tunan, SMPN 23 PPU.

            Saat saya dalam perjalanan, saya tidak mau diganggu dengan suara dering panggilan handphone. Saya fokus pada tujuan. Perjalanan yang saya lakukan tidak memerlukan waktu lama. Itu asumsi saya. Dengan begitu, saya tidak akan terlalu terlambat utuk membuka atau menjawab panggilan HP.

            Begitu saya tiba di halaman parkir SMPN 23 PPU, mobil dan kendaraan bermotor yang diparkir masih cukup banyak. Anak-anak sekolah sudah pulang. Saya tadi sempat melihat mereka masih duduk-duduk menunggu angkot yang akan membawa mereka pulang ke rumah. Waktu kegiatan ulangan tengah semester atau penilaian tengah semester memang lebih cepat daripada waktu belajar hari biasa.

            Saya disambut dengan cukup ramah oleh Bu Kus di koridor dekat ruang kepsek. Saya lihat sudah lengkap pihak-pihak terkait. Pak Jaman kepsek baru sudah ada dan Pak Daman, Plt. Kadisdikpora juga sudah siap. Kami pun segera dipersilakan menuju sebuah ruang yang sudah dipersiapkan untuk acara serah terima jabatan kepala sekolah tersebut.

Spanduk acara serah terima jabatan kepsek SMP 23 PPU (dokpri)
Spanduk acara serah terima jabatan kepsek SMP 23 PPU (dokpri)

            Ada spanduk yang bertuliskan acara pada hari Kamis tanggal dua puluh enam September 2019 ini. Komite sekolah dan para guru sudah siap berada di ruang pertemuan itu. Saya pun segera duduk di tengah-tengah. 

Duduk di samping Pak Daman, Plt. Kadisdikpora (dokpri)
Duduk di samping Pak Daman, Plt. Kadisdikpora (dokpri)

Sebelah kanan saya Bu Kusmiati. Sebelah kanan Bu Kus adalah Pak Jaman. Kemudian di sebelah kiri saya Pak Daman, Plt. Kadisdikpora. Sebelah kiri Pak Daman adalah ketua komite SMPN 23 PPU. Dengan demikian ada lima orang yang duduk pada deretan kursi di dekat spanduk.

Duduk bersama kepsek lama dan kepsek baru (dokpri)
Duduk bersama kepsek lama dan kepsek baru (dokpri)

            Pembawa acara segera mulai membacakan susunan acara. Tidak banyak rangkaian acara pada tengah hari itu. Acara pertama pembukaan. Acara kedua menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara ketiga sambutan dari wakil guru. Acara keempat sambutan dari kepsek lama (Bu Kusmiati). Acara kelima sambutan dari kepsek baru (Pak Jaman). Kemudian acara keenam sambutan dari Plt. Kadisdikpora. Acara ketujuh pembacaan doa. Acara kedelapan penandatanganan Berita Acara serah terima jabatan kepsek.

            Acara berikutnya berfoto bersama. Acara terakhir makan nasi kotak. Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. 'Kampung tengah' tentu sangat ingin minta diisi. Kami pun cukup lahap menyantap nasi kotak. Ada ikan bakar yang cukup besar. Sayur santan dalam bungkus plastik. Ada sayur rebus. Tentu ada sambal tomat yang menggoda.

            Saya cukup lahap. Nasi yang tidak terlalu banyak dapat saya habiskan dengan cepat. Berhubung saya memakan tidak memakai sendok, sebagian air mineral saya gunakan untuk mencuci tangan.

            Setelah Pak Daman berpamitan, saya pun segera ingin pulang. Namun, ada beberapa dokumen yang belum selesai saya tandatangani. Akhirnya, saya pun kembali duduk di ruang tamu kepsek. Di sana Bu Kus masih sempat berbincang dengan saya. Beberapa agenda ke depan saya tanyakan, di antaranya, kapan waktu serah terima jabatan di SMPN 9 PPU. Menurut Bu Kus pada hari Selasa awal bulan Oktober 2019.

(Bersambung)

#Catatan Ringan Pengawas Sekolah (161)
#Catatan tanggal 26 September 2019
#Meninggalkan Satu Acara untuk Hadiri Acara Lain

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3