Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.
Acara serah terima jabatan kepala SMPN 15 PPU berlangsung lancar. Demikian pula serah terima jabatan kepala SMPN 19 PPU. Pak Sukisno bertukar tempat dengan Bu Dwi Astutik. Pelaksanaan serah terima hanya dilakukan di satu tempat, yaitu di SMPN 15 PPU. Guru-guru SMPN 19 dan SMPN 15 bergabung dalam satu ruangan. Demikian pula undangan dari kedua sekolah.
Acara serah terima jabatan pada hari Senin kemarin juga berlangsung di SMPN 2 PPU. Ada tiga kepala sekolah yang 'berputar' posisi. Pak Hanafi mutasi dari SMPN 2 PPU ke SMPN 20 PPU, Pak Sugeng Subandi mutasi dari SMPN 20 PPU ke SMPN 6 PPU, dan Pak Supardi mutasi dari SMPN 6 PPU ke SMPN 2 PPU. Acara serah terima jabatan di Sepaku itu dihadiri oleh Pak Tri Wahjoedi.
Di sela-sela menyaksikan prosesi acara serah terima, saya mendapatkan berita duka. Rupanya hujan hari Senin kemarin membawa korban jiwa. Dari RT 13 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, ada dua orang yang tewas tersambar petir. Keduanya sedang berteduh di bawah pohon setelah mengetahui hujan turun. Sebelumnya, mereka sedang membersihkan kebun/ladang. Ada dua orang lain yang selamat tetapi mengalami luka-luka. Berita orang tersambar petir memang sudah beberapa kali terjadi di wilayah Kalimantan.
Hari ini tanggal delapan Oktober 2019. Para kepala sekolah diundang untuk menerima SK mutasi tersebut. Mereka diminta membawa bukti serah terima jabatan dari sekolah lama ke sekolah baru. Acara seremonial mutasi sudah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 23 September 2019 di aula kantor bupati. Waktu itu, SK mutasi belum ditandatangani sehingga belum diserahkan kepada yang bersangkutan mengingat jumlah SK lebih dari 120. Perlu waktu ekstra untuk penandatanganan SK kepsek yang baru tersebut mengingat bupati yang harus tanda tangan.
Cuaca hari Selasa ini agak cerah. Berbeda dengan kemarin pagi. Saat saya meninggalkan rumah sekitar pukul tujuh pagi, mendung tampak begitu mencekam. Saya singgah sebentar ke SMPN 1 PPU. Pak Budi Lestarianto berdiri di dekat pintu masuk. Ia menyalami para siswa yang baru datang. Saya sampaikan kepada Pak Budi bahwa saya perlu tanda tangan dan stempel sekolah sebagai tanda kehadiran pagi (finger print).
Kemarin hanya sebentar saya di SMPN 1 PPU. Sepeda motor segera saya lajukan ke tempat penitipan langganan Sehan Abadi. Kemudian saya segera berjalan kaki menuju dermaga pelabuhan speedboat.
Pagi hari Selasa tanggal delapan Oktober 2019 hari ini, saya tidak perlu terburu-buru saat berangkat kerja. Tiba di kantor disdikpora, petugas cleaning service sedang membuka pintu depan. Waktu memang belum pukul tujuh. Saat saya duduk di ruang pengawas ber-AC, tanda waktu di HP baru menunjukkan pukul 06.49 wita.

Agenda hari ini adalah menyaksikan penyerahan SK kepala sekolah di ruang pertemuan SMPN 21 PPU. Hanya dua pengawas SMP yang ada kesempatan datang, yaitu saya, Suprihadi dan Pak Habel Hewi. Beberapa pengawas menjalankan tugas ke luar daerah. Pak Mokhamad Syafii dan Pak Sugeng Mardisantoso menjalankan tugas sebagai asesor ke Malinau mulai kemarin hingga hari Jumat yang akan datang. Kemudian Pak Mukafik menjalankan tugas yang sama ke Kabupaten Pasir mulai hari Senin kemarin juga.

Sebelum SK kepala sekolah dibagikan, ada sambutan dari asisten III Bupati, Pak Alimuddin. Ada beberapa hal disampaikan terkait tugas kepala sekolah. Sebagai kepanjangan tangan dari bupati, kepala sekolah harus mendukung program-program yang dicanangkan bupati, misalnya seragam sekolah gratis. Kepala sekolah harus segera mengambil seragam sekolah untuk sekolah yang dipimpinnya pada periode ini. Seragam siswa baru 2019/2020 itu sempat menjadi perbincangan beberapa waktu yang lewat.