Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Penulis

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017- 2024), dan pensiun PNS sejak 1 Februari 2024.

Selanjutnya

Tutup

Video

Acara Temu Pengantin Adat Jawa yang Praktis

10 Januari 2026   21:46 Diperbarui: 10 Januari 2026   21:46 86 8 2

Acara Temu Pengantin Adat Jawa yang Praktis


Prosesi adat temu pengantin yang praktis ditampilkan dalam suasana yang khidmat. Putri pertama Pak Syafii dinikahi seorang dosen ITK Balikpapan.

Menghadiri resepsi pernikahan putri Pak Syafii, 10 Januari 2026 (dokpri)
Menghadiri resepsi pernikahan putri Pak Syafii, 10 Januari 2026 (dokpri)

Acara resepsi pernikahan dilaksanakan pada hari Sabtu (10/1/2026) di aula Islamic Center atau masjid Agung di dekat stadion Penajam Paser Utara.

Pembawa acara menyampaikan bahwa prosesi temu pengantin berlangsung hanya sekitar dua puluh menit. Sebagai tamu undangan, kami harus bersabar mengikuti prosesi tersebut.

Pada saat pengantin wanita berdiri, menunggu pengantin pria datang, suasana cukup khidmat. Banyak tamu undangan yang mendadak menjadi "wartawan". Dengan kamera ponsel, mereka merekam kejadian demi kejadian.

Pembawa acara menceritakan atau menyampaikan narasi setiap tahap dalam upacara temu pengantin tersebut. Pada saat pengantin pria datang, ada narasi yang disampaikan dengan begitu gamblang.

Para tamu yang mengerti Bahasa Jawa tentu dapat mengetahui makna setiap gerakan atau aktivitas yang dilakukan oleh kedua pengantin.

Pengantin pria didampingi oleh dua orang tuanya. Demikian pula pengantin wanita. Selain itu, masing-masing pengantin diikuti oleh pembawa kembar mayang.

Pengantin pria dikuti dua remaja laki-laki yang membawa kembar mayang. Demikian pula, pengantin wanita, diikuti dua remaja putri yang membawa kembar mayang.

Tahap-tahapan aktivitas kedua pengantin dilakukan dengan petunjuk atau arahan dari seorang wanita sebagai pemandu. Bagaimana pengantin harus berdiri, jongkok, memegang tangan, atau melakukan aktivitas lain, selalu diarahkan oleh wanita pemandu.

Pada saat kedua pengantin berdiri berhadap-hadapan, mereka saling melempar selembar daun sirih. Kemudian, ada aktivitas cium tangan. Pengantin wanita mencium tangan pengantin pria.

Ada pula aktivitas pengantin wanita mengelilingi atau mengitari pengantin  pria yang berdiri diam. Kalau tidak salah hitung, ada tiga kali pengantin wanita itu mengelilingi atau mengitari pengantin pria yamg diam berdiri.

Rangkaian upacara berikutnya adalah menginjak sebutir butir. Pengantin pria menginjak sebutir telur dengan telapak kaki kanannya dibantu oleh pengantin wanita.

Telapak kaki tentu kotor terkena kuning dan putih telur yang pecah. Rangkaian upacara berikutnya adalah tugas sang pengantin wanita untuk mencuci telapak kaki kanan pengantin pria tersebut.

Setelah dicuci atau dibasuh dengan air, telapak kaki itu dikeringkan atau dilap dengan kertas tisu. Setelah itu, pengantin wanita dibantu untuk bangun atau berdiri.

Selanjutnya, ayah pengantin wanita berdiri di depan kedua mempelai. Sebuah kain digunakan untuk membawa pengantin. Caranya, kain itu dibentangkan pada kedua punggung pengantin. Pak Syafii berdiri tepat di depan mereka dan memegang kedua ujung kain yang berwarna putih dan warna merah.

Rina Dewi, ibu Risya berdiri di belakang mereka. Kemudian mereka berjalan menuju pelaminan  dengan langkah-langkah yang lambat. 

Pembawa acara menarasikan setiap gerak atau aktivitas mereka. Untuk mengetahui secara visual, silakan menyaksikan cuplikan video yang disertakan dalam tulisan sederhana ini.

Penajam Paser Utara, 10 Januari 2026

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2