Bahagianya Terima Penghargaan sebagai Figur Budaya
Oleh: Suyito Basuki *)

Usai pelaksanaan Rapat Kerja Daerah Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia Pengurus Daerah Jawa Tengah (Rakerda Pewarna PD Jateng) yang diselenggarakn tanggal 18 Oktober 2025 di kampus UKSW Salatiga, saya dihubungi oleh panitia Rakernas dan penyelenggara Apresiasi Pewarna Indonesia (API). Saya diminta mengirim data singkat dan foto diri. Saya bertanya untuk apa? Katanya saya diikutkan sebagai nominasi figur budaya. Saya kemudian meminta contoh data singkat yang telah dituliskan oleh nominator sebelumnya.
Segera saya tulis data diri kemudian dengan dilampiri foto diri yang santai. Foto tidak disiapkan khusus. Foto hasil croping saat saya dan istri bertamu ke rumah rekan yang suka mencipta lagu-lagu dengan tema kedaerahan di daerah kami Ambarawa segera saya kirimkan. Beberapa hari kemudian mendapat kiriman tautan google form yang berisi tokoh-tokoh dari berbagai figur dan polling yang harus diisi. Saya masuk di figur budaya bersama 3 orang lainnya. Uniknya setelah deskripsi di nomer ke-4, foto yang dipajang bersama foto ketiga orang lainnya, hanya foto saya yang bagian bawahnya tidak tertulis nama.
Google form kemudian saya kirim ke grup WA keluarga, grup WA Pengurus Pewarna PD Jateng, grup WA Pewarna Pengurus-pengurus Cabang, grup WA gereja tempat saya melayani, dan grup-grup WA di mana saya tergabung di dalamnya. Terus terang saya mohon dukungannya, hehehe...
Pengurus Pewarna PD Jateng sebenarnya punya hak untuk mencalonkan tokoh-tokoh yang mewakili figur-figur yang ada. Tetapi karena saat info itu datang, kepengurusan belum definitif. Saya diangkat sebagai Plt Ketua untuk mengisi posisi Ketua sebelumnya yang mengundurkan diri karena kesibukan kerja. Rakerda Pewarna PD Jateng yang diselenggarakan tanggal 18 Oktober 2025 sebagaimana yang saya jelaskan di atas, saya dilantik menjadi Ketua Pewarna PD Jateng periode 2025-2030 demikian juga dengan rekan-rekan yang lain, dilantik sesuai dengan jabatannya.
Terkait dengan penghargaan API, ada 13 nominasi yang diusulkan sesuai versi Pewarna, diantaranya adalah nominasi: (1) Figur Penjaga Keberagaman Non Pemerintah. (2) Figur Birokrat Kesetaraan. (3) Figur Bidang Hukum. (4) Figur Pemuda. (5) Artis/Publik Figur. (6) Figur Bidang Pendidikan. (7) Figur Politisi. (8) Figur Tokoh Media. (9) Figur Oikumene. (10) Figur Lembaga Misi Paling Berperan. (11) Figur Budaya. (12) Figur Peduli Lingkungan. (13) Sahabat Pewarna Indonesia.
Kemudian disebutkan di antara nominator penerima penghargaan API tersebut, bahwa saya dikatakan figur budaya yang mendedikasikan dirinya untuk melestarikan bahasa dan seni Jawa dalam konteks Kekristenan. Saya dijelaskan sebagai pemimpin redaksi sekaligus editor renungan harian berbahasa Jawa, Dilah Kasukman, yang diterbitkan oleh LPIS Sinode GITJ (Gereja Injili di Tanah Jawa) selama tujuh tahun. Peran ini sangat vital katanya untuk "nguri-uri" (melestarikan) bahasa Jawa di kalangan umat.
Komitmen saya terhadap pelestarian bahasa katanya terlihat dari upayanya mendorong orang muda dan pendeta untuk menulis dan berbicara dalam bahasa Jawa, sesuai keyakinannya: "use or lose". Saya disebutkan menulis buku tuntunan "Sesorah" (pidato dalam bahasa Jawa) untuk digunakan dalam pelatihan gerejawi dan umum.
"Selain di bidang literasi, kemampuan budayanya meluas ke seni pertunjukan. Ia adalah seorang dhalang yang belajar seni pertunjukan wayang di Habirandha, Kraton Yogyakarta, dan juga faktor keturunan. Ia sering diminta memainkan wayang wahyu yang bersumber pada kisah Alkitab (PL & PB), sebuah adaptasi budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai rohani Kristen dengan seni tradisional. Suyito Basuki juga menjadi tim revisi Alkitab Perjanjian Lama berbahasa Jawa Formal untuk Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), memastikan bahasa firman Tuhan tetap relevan bagi generasi masa kini tanpa mengurangi bobot teologi," demikian penjelasan Panitia API.
Pada akhirnya, hasil poling saya terpilih menjadi figur budaya. Tanggal 12 November 2025 yang baru lalu, saya diundang untuk menghadiri acara API di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Acara API dihadiri oleh rekan-rekan wartawan dan pegiat media Pewarna. Acara yang diadakan di gedung ruang rapat aula Eka Hapakat, kantor Gubernur Kalimantan Tengah, dihadiri juga oleh Gubernur Kalimantan Tengah dan jajaran forkopimda serta para tamu undangan lainnya. Sebelum menerima penghargaan, saya diminta untuk menyanyikan lagu pop Jawa yang populer. Saya memilih menyanyikan lagu langgam campur sari yang saya kuasai yang berjudul "Nyidham Sari" lagunya Manthous. Saya menyanyikannya dengan mendahuluinya dengan "bawa"-nya. Ada gambar video klip di layar yang mengiringi. Itu rekaman video saat kedua anak saya dan 2 orang temannya menari dengan iringan lagu langgam, saat Rakerda Pewarna PD Jateng dan dibuat klip, potongan-potongan foto oleh yunior saya yang belum lama lulus dari sebuah universitas di Jogja prodi Pendidikan Seni Rupa yang saat penerimaan penghargaan saya ajak untuk datang. Bisa dilihat lagu yang saya bawakan di videonya hehehe... Setelah saya menyanyi baru menerima penghargaan itu. Saya sangat bersyukur dan merasakan betapa bahagianya...
*) Penulis tinggal di Ambarawa