Empat Penari Cantik Langgam yang Mempesona
Oleh: Suyito Basuki*)

Suatu ketika saya mendapat kiriman lagu langgam yang diaransemen oleh Pak Chris Winoto. Pak Chris Winoto ini pelatih paduan suara Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Propinsi Jawa Tengah. Pada saat Pesparawi Nasional di Yogyakarta, 19-26 Juni 2022 yang lalu, kami tim Paduan Suara Pria (PSP) dimatangkan oleh Pak Chris Winoto itu saat kami menginap di sebuah hotel di Yogyakarta selama beberapa hari. Sekitar enam bulan sebelumnya kami telah berlatih, setidaknya seminggu sekali latihan dengan pelatih lokal.
Sekedar info juga, Pak Chris Winoto ini seorang pensiunan, kecintaannya pada musik membuatnya mengisi hari-harinya dengan bernyanyi dan bermusik. Kadang ia mencipta lagu, dan saya dikirimi lagu ciptaannya yang ia nyanyikan sendiri. Kadang ia menyanyi lagu nostalgia atau keroncong dengan iringan organ yang ia mainkan sendiri dan saya juga dikirimi rekamannya. Pernah lagu ciptaannya kami nyanyikan dalam paduan suara di gereja kami.
Kali ini ia mengirimi lagu aransemennya. Lagu yang ia aransemen adalah lagu rohani yang sering dinyanyikan oleh warga jemaat gereja-gereja Jawa. Lagu itu dari buku Kidung Pasamuwan Kristen (KPK) yang berjudul: Mara Wong Dosa Wong Cilaka, Mareka. Lagu yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi lagu rohani Philip Hadi tersebut, ia aransemen menjadi sebuah lagu langgam. Ia kirim lagu langgam dengan suara vokalnya sendiri dan juga ia kirim musiknya, mungkin ia berpikir, barangkali saya mau karaokean.
Menjelang bulan Oktober 2024, kami mau adakan sebuah perhelatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) Jawa Tengah di Salatiga. Saya yang bertanggung jawab dalam merancang acara ingin mengundang paduan suara dari LPPD Salatiga untuk meramaikan acara. LPPD Salatiga adalah Juara Umum saat lomba Pesparawi Jateng di Wonogiri, 4-7 Juli 2024 yang lalu. Saya WA ke rekan yang menangani LPPD Salatiga, lama tidak berbalas. Pikir saya, sekaligus salah satu paduan suara biar tampil pemanasan sebelum tampil di lomba Pesparawi Nasional di Biak Papua Barat.
Karena lama tidak ada respon akhirnya terpikirlah untuk menampilkan langgam yang diaransemen oleh Pak Chris Winoto, sekaligus mengundangnya untuk bernyanyi di acara pembukaan. Lalu biar agak meriah bagaimana? Saya berpikir bagaimana kalau disertai gerak tari, sambil hitung-hitung menghidupkan kesenaian tari Jawa.
Lalu saya menghubungi seorang rekan, saya panggil mbak Titin tinggal di Jepara, biasa melatih tari. Dia lulusan Akademi Seni Tari Indonesia (ASKI sekarang STSI) Surakarta. Saya kirimkan lagu langgam tersebut dan saya minta untuk dibuatkan koreografinya. Saya kemudian menghubungi mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Ada tiga orang mahasiswa: Venadya, Imel, dan Vena. Vena adalah anak bungsu saya. Kakak anak bungsu saya, Kezia juga mau membantu menari, dia sudah lulus UKSW prodi PGSD dan sekarang sudah ngajar di sebuah sekolah dasar swasta di Salatiga.
Rekan penari kemudian mengirimkan video tari yang ia buat berdasarkan lagu langgamnya. Para mahasiswa dan seorang alumninya mulai berembug dan berlatih. Saya juga menghubungi Pak Chris Winoto. Gayung bersambut ia bersedia datang untuk menyanyi dan pada saat acara Rakerda, tgl. 18 Oktober 2024 mereka langsung bertemu di tempat acara dan terjadilah kolaborasi tersebut. Bagaimana kiprahnya, bisa dilihat di videonya, maka akan dapat dilihat empat penari cantik langgam yang mempesona!
*) Penulis tinggal di Ambarawa