Syarif R Hanafiah
Syarif R Hanafiah Freelancer

konten kreator

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Hicab Qadaasna Son: Berawal dari DNA Melody 8 Bar, Dikembangkan dengan AI

26 Oktober 2026   16:46 Diperbarui: 28 Oktober 2026   11:25 217 0 0

Cover Hicab Qadağasına Son
Cover Hicab Qadağasına Son


Hicab Qadağasına Son (Hentikan Larangan Hijab) --- Kebebasan Beriman, Kedamaian, dan Kemanusiaan

Sebuah seruan untuk menghormati kebebasan beragama dan hak perempuan dalam memilih hijab. Melalui pesan tentang iman, kebebasan, kasih sayang, dan persaudaraan, lagu ini mengajak dunia mengakhiri diskriminasi serta memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjalani keyakinannya dengan damai.

Perjalanan Penciptaan Lagu "Hicab Qadağasına Son": Berawal dari DNA Melody 8 Bar, Dikembangkan dengan AI

Gagasan menciptakan lagu Hicab Qadağasına Son berawal ketika saya melihat berbagai berita dan unggahan di media sosial mengenai pelarangan penggunaan hijab di sekolah-sekolah di Azerbaijan. Berita tersebut membangkitkan perasaan marah, empati, dan keinginan untuk menyuarakan pembelaan terhadap perempuan yang menghadapi pembatasan dalam mengenakan hijab. Sambil menyimak unggahan tersebut dan mendengarkan musik yang mengiringinya, muncul sebuah melodi yang secara spontan saya lantunkan berulang kali. Mungkin inilah salah satu bentuk kepekaan musikal yang tumbuh dalam diri saya: ketika sebuah peristiwa menyentuh perasaan, gagasan musikal dapat muncul tanpa direncanakan. Agar melodi tersebut tidak hilang, saya segera merekamnya menggunakan ponsel. Setelah mendengarkan dan mengulanginya beberapa kali, saya merasa melodi itu memiliki karakter yang cocok untuk menyampaikan pesan tentang kebebasan berhijab. Dari pengalaman inilah muncul gagasan untuk mengembangkan melodi tersebut menjadi sebuah lagu bertema Hicab Qadağasına Son, yang dalam bahasa Indonesia berarti mengakhiri larangan hijab.

Rekaman spontan tersebut kemudian saya jadikan DNA melody sepanjang 8 bar. Melodi direkam menggunakan suara vokal dengan suku kata atau frase yang tidak memiliki makna khusus, seperti la la la, hm hm hm, atau bunyi vokal lainnya. Rekaman ini selanjutnya diunggah ke SUNO AI untuk dieksplorasi dan dikembangkan menjadi sebuah karya musikal. Pada tahap awal, SUNO AI menghasilkan satu bagian verse yang terdiri atas empat frase, dengan setiap frase berlangsung selama dua bar. Berdasarkan pengamatan terhadap hasilnya, struktur tersebut memiliki 28 ketukan vokal, sedangkan delapan bar dalam birama 4/4 secara teoretis memiliki 32 ketukan. Perbedaan ini menjadi bagian menarik dari eksplorasi karena hasil pengolahan AI perlu diamati dan dipahami melalui struktur musikal yang terdengar. Dari proses awal tersebut, saya memperoleh gambaran mengenai karakter melodi yang dapat dikembangkan lebih lanjut tanpa harus memulai penciptaan dari nol.

Tahap berikutnya adalah mengembangkan DNA melody tersebut menjadi lagu dengan struktur yang lebih lengkap. Dengan memberikan instruksi mengenai tema dan gagasan lagu, SUNO AI diminta menghasilkan lirik yang mengikuti pola melodi yang telah diolah sebelumnya. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa DNA melody sepanjang 8 bar dapat digunakan sebagai pola dasar verse yang diulang dua kali, sehingga membentuk 16 bar untuk setiap bagian verse. Struktur lagu yang dihasilkan terdiri atas verse 1 sepanjang 16 bar dengan delapan frase dan chorus sepanjang 16 bar dengan delapan frase, kemudian dilengkapi dengan verse 2 dan pengulangan chorus. Menariknya, melodi pada bagian chorus terdengar sedikit berbeda, tetapi masih memiliki pola dan karakter ritmik yang berkaitan dengan DNA melody asli. Dengan demikian, AI membantu mengembangkan melodi sumber menjadi struktur lagu yang lebih utuh melalui pengulangan dan variasi. Prinsip yang saya perhatikan adalah menjaga keharmonisan dan keselarasan antara melodi yang dikembangkan dengan karakter DNA melody awal, sehingga hasilnya tetap terasa sebagai pengembangan dari gagasan musikal yang sama.

Dalam penyusunan lirik, proses kreatif dimulai menggunakan bahasa Indonesia. Lirik awal dibuat berdasarkan tema, pesan, tujuan, dan harapan yang ingin disampaikan, dengan susunan kalimat pendek yang terdiri atas sekitar empat sampai lima kata. Setelah lirik diperiksa dan dikurasi hingga sesuai dengan gagasan awal, tahap berikutnya adalah menerjemahkannya ke dalam bahasa Azerbaijan. Penerjemahan tidak dilakukan secara harfiah semata, tetapi juga disesuaikan dengan jumlah suku kata pada setiap frase berdasarkan pola hasil pengolahan DNA melody oleh SUNO AI. ChatGPT membantu menyempurnakan pilihan kata, menyesuaikan jumlah suku kata, dan menjaga agar pesan utama tetap tersampaikan tanpa mengabaikan kebutuhan musikal. Apabila ditemukan lirik yang terlalu panjang, kurang sesuai dengan pola melodi, atau sulit dinyanyikan, bagian tersebut diperbaiki dan dikurasi kembali. Setelah lirik dianggap sesuai, ChatGPT juga dimanfaatkan untuk merumuskan style musik yang mendukung karakter dan pesan lagu. Berbagai alternatif gaya musik kemudian dicoba melalui proses generate di SUNO AI, disertai evaluasi dan penyempurnaan deskripsi style hingga diperoleh aransemen yang paling mendekati harapan.

Melalui proses tersebut, Hicab Qadağasına Son menjadi contoh perjalanan kreatif yang dimulai dari respons emosional terhadap sebuah peristiwa, berkembang menjadi gagasan musikal spontan, lalu diolah menjadi lagu melalui kolaborasi antara kreativitas manusia dan teknologi AI. Peran manusia tetap mendasar dalam menentukan tema, melahirkan DNA melody, merumuskan pesan, mengarahkan pengembangan, mengkurasi lirik, dan mengevaluasi hasil musikal. SUNO AI membantu mengeksplorasi struktur lagu, melodi, vokal, dan aransemen, sedangkan ChatGPT mendukung penyempurnaan lirik serta perumusan gaya musik. Proses ini memperlihatkan bahwa AI dapat menjadi sarana untuk memperluas kemungkinan kreatif tanpa harus menghilangkan peran dan gagasan manusia sebagai titik awal penciptaan. Sebuah berita dapat membangkitkan emosi, emosi dapat melahirkan melodi, dan melodi sederhana sepanjang delapan bar dapat berkembang menjadi sebuah lagu yang membawa pesan kemanusiaan. Bagi saya, inilah esensi DNA Melody to AI Music: manusia menghadirkan gagasan dan kepekaan musikal, sementara AI membantu mengembangkan kemungkinan-kemungkinan yang terkandung di dalamnya menjadi sebuah karya yang lebih utuh.

Lirik Lagu

#HICABQADAASINA SON

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4