AI membantu memperluas kemungkinan yang sebelumnya sulit saya capai karena keterbatasan keterampilan aransemen, akses terhadap penyanyi, dan biaya produksi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa teknologi dapat membuka ruang berkarya yang lebih luas bagi pencipta lagu dari berbagai latar belakang.
Dengan memadukan gagasan manusia, DNA Melody, MCL, dan kemampuan generatif AI, saya berupaya mengembangkan karya musikal secara mandiri, sekaligus mendokumentasikan perjalanan kreatif dalam menghadapi perubahan teknologi di dunia musik.
DNA Melody sebagai Dasar Penciptaan Karya Musikal dengan AI
Lagu Cinta Tanah Air menjadi contoh pemanfaatan teknologi AI untuk mengembangkan karya musikal yang berawal dari kreativitas manusia. Pencipta terlebih dahulu membuat melodi dan merekamnya menggunakan piano tunggal sebagai DNA Melody. Rekaman tersebut memiliki struktur intro 4 bar, verse 1 sebanyak 12 bar, verse 2 sebanyak 12 bar, chorus 12 bar, interlude 4 bar, pengulangan verse 2 dan chorus masing-masing 12 bar, serta outro 4 bar. Dengan demikian, proses produksi AI tidak dimulai dari ruang kosong, tetapi dari melodi yang telah diciptakan dan disusun oleh manusia.
Proses penciptaan dan produksi dilakukan secara kronologis melalui beberapa tahapan: (1) Penciptaan melodi, yaitu manusia menyusun melodi dan merekamnya sebagai DNA Melody; (2) Penyusunan konsep musik, yaitu menentukan tema, genre, suasana, karakter vokal, instrumen, dan gaya aransemen; (3) Penyusunan MCL (Music Concept Language), yaitu merumuskan deskripsi atau arahan musik untuk AI; (4) Generasi AI, yaitu mengunggah DNA Melody, memasukkan lirik dan MCL, kemudian menghasilkan beberapa alternatif karya musikal; (5) Evaluasi dan perbaikan, yaitu memeriksa kesesuaian aransemen, melodi, vokal, serta penempatan suku kata dan panjang-pendek pengucapan lirik; (6) Generasi ulang dan kurasi, yaitu memperbaiki lirik atau MCL, melakukan generasi kembali, membandingkan hasil, dan memilih versi yang paling sesuai; serta (7) Penetapan hasil akhir, yaitu menentukan hasil produksi yang paling mendekati gagasan musikal pencipta.
Dalam praktiknya, hasil generasi AI dapat menghasilkan aransemen yang sesuai dengan konsep yang diinginkan dan mendekati karakter musik DNA Melody. Namun, bagian vokal terkadang belum mengikuti melodi secara tepat, terutama dalam pemenggalan kata, penempatan suku kata, dan durasi pengucapan. AI juga dapat mengembangkan melodi dengan variasi yang menyerupai melodi awal, tetapi tidak selalu mempertahankannya secara utuh. Oleh karena itu, pencipta perlu melakukan evaluasi berulang, menyesuaikan penulisan lirik dengan frasa melodi, serta mengubah dan mengembangkan MCL agar hasil generasi semakin sesuai dengan tujuan musikal.
Proses ini memperlihatkan bahwa manusia tetap memiliki kontribusi kreatif pada setiap tahap penting penciptaan karya. Manusia menciptakan melodi awal, menentukan konsep, menyusun arahan, mengevaluasi hasil, melakukan kurasi, dan menetapkan versi akhir. AI dimanfaatkan sebagai alat untuk mengeksplorasi kemungkinan aransemen dan membantu produksi musik yang mungkin sulit diwujudkan sendiri karena keterbatasan kemampuan teknis, fasilitas, atau biaya. Dengan demikian, DNA Melody menjadi jejak gagasan musikal awal pencipta, sedangkan pemanfaatan AI merupakan bagian dari proses pengembangan karya berdasarkan arahan dan keputusan kreatif manusia.
Lirik Lagu Cinta Tanah Air
[Intro]
[Verse 1]