Tabrani Yunis
Tabrani Yunis Guru

Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan.

Selanjutnya

Tutup

Video

Agar Anak Tidak Demam Panggung

15 Maret 2019   06:14 Diperbarui: 15 Maret 2019   06:16 36 4 2


Tabrani Yunis

Demam panggung, sebuah kondisi di mana seseorang merasa gugup atau dalam bahasa Inggris disebut dengan nervous. Demam panggung  ketika diminta tampil, atau berbicara di depan orang banyak dalam sebuah acara atau kegiatan. Ya, pernahkah anda mengalami demam panggung atau melihat orang lain yang demam panggung?  Mungkin  saja anda sendiri pernah mengalaminya. 

Lalu,  apa yang terjadi kala anda atau orang lain demam panggung? Tentu ada banyak kondisi yang bisa kita lihat, misalnya tangan bergetar saat memegang microphone atau pengeras suara, ada pula yang kelihatan bermandikan keringat. Lalu dalam banyak kondisi, ada pula yang berbicara terbata-bata bahkan kehilangan ide saat berbicara di depan umum, atau di atas panggung, misalnya menggaruk-garuk badan dan anggota tubuh lainnya. 

Padahal badan tidak gatal, namun tampak seperti orag yang sedang diserang  rasa gatal-gatal. Itulah beberapa kondisi yang sering terjadi ketika seseorang atau kita sendiri sedang diminta untuk berbicara dan berada di depan umum dan lain-lain.

Ya, demam panggung sanggat menggangu dan membuat kita tegang dan malu. Apalagi kalau membuat kita semakin tidak mampu menyampaikankan apa yang akan kita sampaikan atau komunikasikan. Bisa-bisa kita tidak akan pernah mau tampil menyampaikan pidato maupun pengumuman yang seharusnya kita lakukan. Sangat tidak baik dan merugikan, bukan?

Jadi, demam panggung adalah hal yang lazim terjadi pada diri kita. Kadarnya tergantung pada kematangan diri kita. Semakin matang dan kuat rasa percaya diri kita, maka semakin hilang demam panggung tersebut.  jangankan kita orang-orang dewasa biasa, orang-orang yang sudah menjadi pejabat tinggi pun sebenarnya pernah mengalami kondisi demam panggung ini. Apalagi anak-anak?  Maka, pertanyaan kita, apa yang membuat seseorang, maupun kita sendiri mengalami demam panggung? 

Jadi, seseorang mengalami demam panggung tersebut disebabkan oleh perasaan rasa takut salah, takut tidak bisa dan merasa malu karena banyak mata yang melihat ke arah kita. Perasaan ini akan semakin parah ketika kita kurang menguasai bahan atau materi yang akan dibicarakan atawa disampaikan. 

Walaupun demam panggung adalah hal yang dialami oleh setiap orang, perasaan ini tidak diinginkan oleh siapa pun. Oleh sebab itu, setiap orang pula berusaha untuk lepas dari kondisi demam panggung.Karena demam panggung tidaklah menyenangkan bagi diri kita, juga bagi lawan bicara kita.

Pertanyaannya adalah apakah perasaan gugup, grogi, atau nervous itu bisa dikurangi atau dihilangkan? Jawabnya, tentu saja sangat bisa dan tergantung apa penyebabnya. Kalau kita memamg mengalami penyakit jantung, hal yang harus diselesaikan adalah memgobati jantung secara medis. 

Namun, kalau jantung kita kuat, maka cara menghilangkan demam panggung adalah dengan melakukan relaksasi,  melakukan pengayaan pengetahuan dan latihan yang terus menerus. Latihan yang terus menerus adalah obat mujarab untuk menghilangkan rasa takut, grogi atau demam panggung tersebut. Bukankah dalam teori pendidikan disebut bahwa " the key of learning is practice, practice, practice. 

Bahkan kita sering mendengar ungkapan, practice makes perfec dan sebagainya. Jadi, untuk melatih diri bisa tampil prima dan terbebas dari rasa demam panggung, kita bisa melatih diri sejak usia dini.


Video di atas, merupakan aktivitas untuk menumbuhkan rasa percaya diri seorang anak untuk bisa tampil dan bergerak lebih leluasa di depan orang banyak atau dalam sebuah forum. Seperti yang kita saksikan, anak kecil ini, Aqila Azalea Tabrani Yunis yang kini masih sedang bersekolah di kelas satu SD ini, berlatih berbicara dalam bahasa Inggris. 

Apa yang kita saksikan, Aqila yang masih 7 tahun berlatih menyampaikan sesuatu di depan kamera menyampaikan sesuatu tanpa mengalami demam panggung. Ia sering melatih diri berpidato, hingga tidak merasa takut saat diminta tampil. Bahkan ketika kita tanyakan kepadanya, bagaimana ia bisa berbahasa Inggris, padahal ia tidak pernah belajar bahsa Inggris di sekolah dan tidak pernah tinggal di luar negeri. 

Ia sering memberikan penjelasan bahwa ia bisa berani berbahasa inggris, karena berlatih-berlatih dan berlatih. Jadi,agar tidak demam panggung, kita anak-anak, harus banyak melakukan proses latihan. Ingat, rasa percaya diri itu tidak bisa dibeli, juga tidak ada yang menjualnya. Maka, satu-satunya jalan adalah keep praticing.