Belajar buat artikel sendiri mulai sekarang karena kata bapak Rocky Gerung plagiarisme atau menjiplak adalah kejahatan intelektual.
Janji yang Terlupakan: Menyesali yang Lalu, Menghargai yang Ada
Oleh: Arifbol
Kita sering baru menyadari betapa berharganya sesuatu justru saat sesuatu itu sudah tidak ada lagi di sisi kita. Begitulah yang sering terjadi dalam perjalanan hubungan antar manusia. Ketika seseorang masih setia mendampingi, kadang kita menganggap kehadirannya sebagai hal yang biasa saja, bahkan terabaikan. Baru saat ia pergi, barulah kita sadar bahwa bagian penting dari hidup kita ikut hilang bersamanya.
Perasaan itulah yang ingin saya tuangkan dalam karya lagu berjudul "Janji yang Terlupakan". Berikut adalah lirik lengkapnya:
JANJI YANG TERLUPAKAN
CIPT: ARIFBOL
Kucoba buka lembaran cerita
Kisah kita yang pernah tercipta
Terhalang jarak dan waktu yang berlalu
Membuatmu harus pergi dariku
Kini kusadari apa yang hilang
Kasih sayang yang dulu terabaikan
Kau melangkah pergi karena keliru
Aku yang tak pernah menghargaimu
Kenangan membawa bayangmu kembali
Mengingat semua janji yang terucap
Rasa ini takkan pernah mati
Cintamu masih tertanam di sanubari
Sejujurnya...
Aku tak sanggup
Berjalan sendiri tanpamu di sisi
Seandainya...
Kita bisa kembali
Memulai lagi kisah yang sempat terhenti
Takkan kulepaskan dirimu lagi
Waktu bercerita tentang kita
Membuatku makin mengerti arti cinta
Setiap detik mengingatkanku
Bahwa kaulah yang selalu ku rindu
Kenangan membawa bayangmu kembali
Mengingat semua janji yang terucap
Rasa ini takkan pernah mati
Cintamu masih tertanam di sanubari
Sejujurnya...
Aku tak sanggup
Berjalan sendiri tanpamu di sisi
Seandainya...
Kita bisa kembali
Memulai lagi kisah yang sempat terhenti
Takkan kulepaskan dirimu lagi
Takkan kulepaskan dirimu lagi...
Makna di Balik Setiap Bait
Laguku ini bukan sekadar rangkaian kata tentang rindu, melainkan ungkapan jujur dari hati yang menyadari kesalahannya.
Pada bagian awal, tergambar bagaimana waktu dan sikap kita sendiri sering menjadi jarak yang memisahkan:
"Kucoba buka lembaran cerita / Kisah kita yang pernah tercipta / Terhalang jarak dan waktu yang berlalu / Membuatmu harus pergi dariku"
Kesadaran datang terlambat, saat kasih sayang yang dulu ada sudah terabaikan:
"Kini kusadari apa yang hilang / Kasih sayang yang dulu terabaikan / Kau melangkah pergi karena keliru / Aku yang tak pernah menghargaimu"
Namun kenangan dan janji yang pernah diucapkan tidak mudah hilang. Ia terus menjadi pengingat akan arti cinta yang sesungguhnya:
"Kenangan membawa bayangmu kembali / Mengingat semua janji yang terucap / Rasa ini takkan pernah mati / Cintamu masih tertanam di sanubari"
Di bagian inti lagu, tercurah harapan dan tekad baru jika diberi kesempatan kedua:
"Sejujurnya... Aku tak sanggup / Berjalan sendiri tanpamu di sisi / Seandainya... Kita bisa kembali / Memulai lagi kisah yang sempat terhenti / Takkan kulepaskan dirimu lagi"
Pelajaran untuk Kita Semua
Dari lagu ini, ada pesan sederhana namun mendalam yang ingin saya bagikan:
Hargai sebelum kehilangan -- Jangan menunggu orang yang kita sayangi pergi baru kita sadari betapa berharganya kehadirannya. Tunjukkan perhatian dan rasa syukur selagi masih ada kesempatan.
Janji adalah amanah -- Kata-kata yang terucap memiliki makna. Jika kita berjanji untuk menjaga dan setia, maka peganglah janji itu sekuat tenaga. Jangan biarkan janji hanya menjadi kata kosong yang terlupakan.
Penyesalan adalah guru -- Jika kita pernah berbuat salah, jangan terjebak dalam rasa menyesal yang tak berujung. Jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran agar kita menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Semoga lagu dan tulisan saya ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua: agar tidak ada lagi janji yang terlupakan, dan tidak ada lagi kehadiran yang terabaikan.