Merangkum cerita perjalanan lewat foto dan videografi. Suatu hari akan menginjakkan kaki di 5 benua.
Siang itu sudah berbaris rapi warga desa Patua Dua, pulau Tomia. Ternyata mereka sudah dikondisikan oleh tour organizer untuk menyambut rombongan tamu termasuk saya.
Setelah 4 jam menempuh perjalanan laut menggunakan kapal tradisional. Suguhan air kelapa muda dan masakan khas ibu-ibu desa Patua adalah nikmat dunia yang tak terelakkan.

Konon kata warga setempat, Kaoda Oda dulu memiliki fungsi lebih dari sekedar permainan tradisional. Yaitu sebagai pengganti alas kaki untuk melindungi telapak kaki dari tajamnya batu karang. Mengingat pulau Tomia adalah pulau kecil yang memiliki struktur tanah bercampur batu karang.

Sekarang Kaoda Oda murni digunakan sebagai permainan tradisional. Baik dalam rangka lomba 17an, atau atraksi menyambut wisatawan. Khususnya wisatawan asing.

Wah, lumayan seru dan menarik juga Eskapisme ke Pulau Tomia.