
Video: Bersyukur di Tahun 2025 dan Menulis Resolusi 2026
Oleh: Widodo, S.Pd
Pada malam Tahun Baru 2026, saya diajak untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk pergantian waktu. Bukan untuk pesta atau kembang api, melainkan untuk merenung dan berefleksi. Dalam keheningan doa dan permenungan, satu pertanyaan sederhana muncul: "Bersyukur atas apa aku selama satu tahun ini?"
Bersyukur: Belajar Melihat yang Sering Terlupa
Bersyukur ternyata bukan perkara besar saja. Ia justru sering hadir dalam hal-hal yang tampak biasa.
Pertama, bersyukur atas rezeki.
Bukan hanya soal jumlah, tetapi tentang kecukupan. Ada hari-hari ketika penghasilan terasa pas-pasan, namun selalu ada jalan sehingga kebutuhan terpenuhi. Dari situlah saya belajar bahwa rezeki bukan semata angka, melainkan penyertaan.
Kedua, bersyukur atas kesehatan.
Sebagai guru, kesehatan adalah modal utama. Tubuh yang masih mampu berdiri di depan kelas, suara yang masih bisa menyapa murid-murid, dan pikiran yang masih sanggup berpikir jernih---semua itu adalah anugerah yang sering baru disadari ketika hilang.