
Video: Kehidupan Religius di Tahun 2026 Semakin Bertumbuh?
Oleh: Widodo, S.Pd
Pendahuluan
Tahun 2026 menjadi momentum yang menarik untuk melihat kembali kehidupan religius di tengah masyarakat yang semakin majemuk dan dinamis. Arus globalisasi, kemajuan teknologi, serta perubahan gaya hidup tidak serta-merta menggerus nilai-nilai iman. Justru di tengah tantangan zaman, kehidupan religius menunjukkan wajah yang semakin membumi, kontekstual, dan dekat dengan umat.
Saya menyaksikan kehidupan religius yang menarik, seperti tarian Ja'i dari Nusa Tenggara Timur (NTT), yang kini telah membumi dan diterima baik oleh kaum awam maupun klerus, termasuk para biarawan dan biarawati. Tarian ini tidak lagi sekadar ekspresi budaya, tetapi menjadi sarana pewartaan iman yang hidup. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan religius di tahun 2026 mengalami peningkatan, bukan hanya dalam kuantitas, tetapi juga dalam kualitas penghayatan.

Ada sudut pandang religius lainnya yang patut direnungkan: iman tidak lagi dipahami semata-mata sebagai ritual, tetapi sebagai pengalaman hidup yang menyentuh budaya, ruang, dan relasi antarmanusia. Mengapa demikian? Karena manusia modern membutuhkan iman yang dapat dirasakan, dilihat, dan dihidupi dalam keseharian.
Pembahasan
Pembangunan Gereja Kudus