Oleh: Widodo, S.Pd
Seperti anak berkebutuhan khusus yang datang bukan untuk dimarahi, tetapi untuk dipahami, begitulah banjir. Ia hadir seolah minta perhatian. Bukan sekali dua kali, tetapi berulang, dengan cara yang semakin "keras".
Dalam sebuah video singkat yang saya abadikan, banjir tampak merayap di jalan raya. Angkot berhenti mendadak. Motor mogok satu per satu. Mobil besar pun tak berdaya. Mogok tuh...
Suara mesin mati bercampur keluhan pengendara menjadi paduan bunyi yang menyadarkan kita: ada yang salah, dan ini bukan sekadar hujan.
Banjir Minta Perhatian
Banjir bukan sekadar air yang meluap. Ia adalah pesan.
Pesan dari sungai yang tersumbat.
Pesan dari selokan yang penuh sampah.
Pesan dari lingkungan yang kurang kita rawat.