Seperti anak yang tak didengar lalu menangis lebih keras, banjir pun "berteriak" melalui genangan, kemacetan, dan kerugian. Ia memaksa kita berhenti sejenak, memperhatikan, dan bertanya: apa yang telah kita abaikan?
Perhatian Khusus untuk Banjir
Perhatian tidak cukup dengan keluhan di media sosial.
Perhatian berarti tindakan nyata:
* Mengelola sampah dengan disiplin
* Menjaga saluran air tetap bersih
* Mengurangi kebiasaan membuang apa pun ke sungai
* Mengedukasi anak-anak sejak dini tentang cinta lingkungan
Di sekolah, banjir dapat menjadi ruang pembelajaran kontekstual. Murid belajar bahwa alam tidak pernah marah tanpa sebab. Alam hanya merespons perlakuan manusia.
Banjir dan Pembelajaran Hidup
Video banjir ini sederhana, tetapi pesannya dalam.