Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa Bagiku

18 Juni 2026   06:00 Diperbarui: 17 Juni 2026   22:19 177 16 8

Pengalaman serupa juga saya alami ketika menjadi anggota seksi dekorasi kandang Natal di Gereja Santa Helena. Tim dekorasi terdiri atas orang-orang dengan latar belakang yang beragam.

Pak Adi yang beragama Kristen Protestan turut membantu mempersiapkan dekorasi. Bahkan Bapak Slamet yang beragama Islam juga ikut bergotong royong menata perlengkapan. Kami bekerja bersama dengan tujuan yang sama, yaitu menciptakan suasana Natal yang indah dan penuh sukacita.

Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa perbedaan agama tidak menghalangi seseorang untuk berbuat baik. Justru keberagaman menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan.

Ora et Labora

Dalam tradisi Gereja Katolik dikenal semboyan "Ora et Labora", yang berarti berdoa dan bekerja. Menurut saya, semboyan ini sangat selaras dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Berbagi sembako kepada lansia di Perumahan Binong Permai. Sumbet dokpri. 
Berbagi sembako kepada lansia di Perumahan Binong Permai. Sumbet dokpri. 

Iman tidak cukup diwujudkan melalui doa saja, tetapi juga melalui tindakan nyata. Salah satunya adalah kegiatan berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan agama, suku, atau latar belakang. Ketika membantu sesama, kita sedang menjalankan ajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan sosial, saya belajar bahwa kasih Tuhan hadir dalam kepedulian terhadap orang lain. Memberi bantuan kepada yang membutuhkan merupakan bentuk syukur atas berkat yang telah diterima.


Penutup

Bagi saya, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang hubungan manusia dengan sesamanya. Berdoa, menghormati perbedaan, menjaga toleransi, bergotong royong, dan berbagi kepada yang membutuhkan adalah wujud nyata pengamalan sila pertama Pancasila.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3