Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Video: Lomba Paduan Suara, Semangat Merdeka Anak Kelas 1 dan 2 SD Tarsisius

28 Agustus 2026   05:30 Diperbarui: 28 Agustus 2026   05:30 200 9 2


Lomba Paduan Suara Anak Kelas 2. Foto fokpri. 
Lomba Paduan Suara Anak Kelas 2. Foto fokpri. 

Video: Lomba Paduan Suara, Semangat Merdeka Anak Kelas 1 dan 2 SD Tarsisius Vireta

Oleh: Antonius Widodo

"17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita..."

Suara anak-anak terdengar menggema di ruang kelas. Dengan wajah ceria dan penuh semangat, anak-anak kelas 1 dan 2 SD Tarsisius Vireta berlomba-lomba menyanyikan lagu "Hari Merdeka" dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Ada yang menyanyi dengan suara lantang. Ada yang masih malu-malu. Ada pula yang tampil dengan gerakan tubuh yang spontan dan menggemaskan. Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: semangat untuk ikut merayakan kemerdekaan Indonesia.

Pada kegiatan lomba kali ini, saya, Bapak Widodo, bersama Ibu Agnes, mendapat tugas sebagai juri. Kami berkeliling dari satu kelas ke kelas lainnya untuk menyaksikan penampilan para peserta sekaligus memberikan penilaian.

Bagi kami, menjadi juri bukan sekadar memberikan angka. Kami juga ingin melihat keberanian anak-anak tampil di depan teman-temannya, kekompakan dalam bernyanyi, penghayatan terhadap lagu, serta semangat mereka dalam mengikuti kegiatan sekolah.

Menarik melihat anak-anak kelas 1 dan 2 yang masih begitu polos. Ketika musik atau aba-aba dimulai, mereka langsung bersiap. Sebagian berdiri tegak, sebagian tersenyum lebar, dan ada pula yang sesekali melihat teman di sebelahnya untuk memastikan tidak salah lirik.

Tetapi justru di situlah keindahannya.

Kemerdekaan bukan hanya milik orang dewasa. Anak-anak pun memiliki cara sendiri untuk memaknai kemerdekaan.

Melalui lagu "Hari Merdeka", mereka belajar mengenal sejarah perjuangan bangsa sekaligus belajar percaya diri, bekerja sama, disiplin, dan berani tampil.

Kegiatan seperti ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk menikmati masa sekolah dengan penuh kegembiraan. Mereka tidak hanya belajar melalui buku dan pelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman, seni, permainan, dan kebersamaan.

Saya melihat wajah-wajah bahagia itu.

Ada kebanggaan ketika mereka selesai bernyanyi. Ada tawa setelah penampilan berakhir. Ada pula rasa penasaran menunggu hasil penilaian juri.

Bagi saya, siapa pun yang menjadi juara adalah anak-anak yang sudah berani tampil.

Sebab, keberanian untuk berdiri di depan orang lain dan memberikan yang terbaik merupakan kemenangan tersendiri.

Lomba paduan suara ini menjadi salah satu warna dalam perayaan HUT RI ke-81 di SD Tarsisius Vireta. Semangat kemerdekaan terasa bukan hanya dalam upacara dan perlombaan, tetapi juga dalam suara-suara kecil yang menyanyikan lagu perjuangan dengan penuh keceriaan.

"17 Agustus tahun 45..."

Suara itu mungkin sederhana.

Namun dari suara anak-anak inilah, semangat mencintai Indonesia terus ditanamkan sejak dini.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!

Teruslah bernyanyi, anak-anak.

Bernyanyilah dengan gembira, tumbuhkan keberanian, kekompakan, dan cinta Tanah Air.

Merdeka! 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2