Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Video #5: Jangan Mencuri

20 Oktober 2026   06:54 Diperbarui: 20 Oktober 2026   06:54 251 4 0

Adegan mencuri. Foto dokpri.
Adegan mencuri. Foto dokpri.


Video #5: Jangan Mencuri

Belajar Norma Hukum melalui Drama, Berkreasi dengan Gembira

Ada banyak cara untuk belajar. Membaca buku, mendengarkan penjelasan guru, berdiskusi, hingga bermain peran. Kali ini, murid-murid kelas 5D SD Tarsisius Vireta memilih cara yang menarik untuk memahami penerapan norma hukum melalui sebuah video drama.

Kelompok Melody dkk. mengambil judul "Jangan Mencuri". Mereka menyelesaikan tugas mata pelajaran Pendidikan Pancasila (PP) dengan penuh kreativitas. Bukan sekadar menyampaikan materi, mereka mencoba menghadirkan sebuah cerita melalui adegan, ekspresi, dan dialog yang diperankan sendiri.

Ketika Norma Hukum Dihidupkan dalam Drama

Mencuri merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan orang lain. Melalui drama ini, murid-murid belajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Barang milik orang lain harus dihormati, dan kejujuran perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Belajar norma hukum tentu tidak cukup hanya dengan menghafalkan pengertiannya. Murid perlu memahami mengapa aturan dibuat, apa akibatnya jika dilanggar, dan bagaimana seharusnya bersikap ketika menghadapi persoalan.

Di sinilah bermain peran menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Murid tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Kreativitas dan Inovasi Murid

Saya mengapresiasi kelompok Melody dkk. Mereka berani menuangkan gagasan ke dalam sebuah video drama. Ada ekspresi, dialog, pembagian peran, dan kreativitas yang dikembangkan secara mandiri.

Tugas seperti ini memberikan ruang kepada murid untuk menunjukkan kemampuan yang beragam. Ada yang percaya diri tampil di depan kamera, ada yang pandai mengembangkan ide cerita, dan ada pula yang mampu bekerja sama agar video dapat diselesaikan dengan baik.

Sebagai guru, saya ingin memberikan kesempatan kepada murid untuk berkembang sesuai dengan potensi mereka. Guru bukan satu-satunya sumber ide. Murid pun mampu menghasilkan karya yang menarik ketika diberi kepercayaan dan kesempatan.

Tentu, proses ini juga mengajarkan tanggung jawab. Sebuah karya tidak lahir hanya dari satu orang, tetapi membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan kesediaan untuk saling membantu.

Jangan Mencuri, Junjung Kejujuran!

Pesan utama dari video ini sederhana, tetapi sangat penting: jangan mengambil sesuatu yang bukan milik kita. Kejujuran harus dibangun sejak dini, baik di rumah, di sekolah, maupun di tengah masyarakat.

Jika menemukan barang milik teman, misalnya, tindakan yang benar adalah mengembalikannya atau menyerahkannya kepada guru. Jika melihat tindakan yang merugikan orang lain, kita perlu mencari bantuan orang dewasa yang dapat dipercaya, bukan main hakim sendiri.

Pendidikan karakter memang membutuhkan proses. Anak-anak perlu belajar membedakan tindakan yang benar dan salah, memahami akibat perbuatannya, serta berani memperbaiki kesalahan.

Harapannya, pembelajaran norma hukum tidak berhenti sebagai tugas sekolah, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan nyata.

Selamat, Anak-Anak Hebat!

Untuk kelompok Melody dkk. kelas 5D SD Tarsisius Vireta, selamat atas karya video drama "Jangan Mencuri". Teruslah berkarya, berani mencoba, dan kembangkan kreativitas kalian!

Sebagai guru, saya merasa senang ketika murid tidak hanya mampu menyelesaikan tugas, tetapi juga belajar menyampaikan pesan moral melalui karya mereka sendiri.

Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk bertumbuh sebagai pribadi yang jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, dan taat pada aturan.

Belajar norma hukum, berlatih menjadi pribadi yang berkarakter.

Salam berbagi.

Widodo Antonius

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3