Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Video#6 Telepon Polisi! Belajar Norma Hukum Lewat Drama

21 Oktober 2026   06:54 Diperbarui: 21 Oktober 2026   06:54 259 6 0

Tangkap layar adegan pencurian. Foto dokpri. 
Tangkap layar adegan pencurian. Foto dokpri. 


Video#6 Telepon Polisi! Belajar Norma Hukum Lewat Drama 

Polisi sahabat anak-anak. Kehadiran polisi bukan hanya untuk menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga melindungi masyarakat dan menciptakan rasa aman. Anak-anak pun perlu mengenal peran polisi serta mengetahui kapan harus meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang membahayakan.

Kali ini, murid-murid kelas 5 SD Tarsisius Vireta kembali menunjukkan kreativitas mereka melalui tugas praktik Pendidikan Pancasila (PP) dengan tema penerapan norma hukum. Mereka mengemas pembelajaran tersebut dalam sebuah drama berjudul Telepon Polisi.

Ketika Anak Belajar Menghadapi Tindak Pencurian

Dalam drama ini, anak-anak memperagakan sebuah peristiwa pencurian. Situasi menjadi menegangkan ketika tindakan tersebut diketahui oleh orang lain. Mereka kemudian berinisiatif meminta bantuan dengan menghubungi polisi.

Adegan demi adegan diperankan dengan ekspresi dan kreativitas masing-masing. Anak-anak belajar bahwa tindak pencurian bukan sekadar perilaku yang tidak baik, melainkan perbuatan yang dapat melanggar hukum dan merugikan orang lain.

Melalui drama ini, murid-murid juga memahami bahwa ketika menyaksikan tindak kejahatan, mereka tidak boleh bertindak gegabah atau main hakim sendiri. Mereka perlu menjaga keselamatan, segera memberi tahu orang dewasa yang dipercaya, dan meminta bantuan polisi apabila diperlukan.

Polisi Sahabat Anak-Anak

Mengapa anak-anak perlu mengenal polisi sejak dini?

Sebab, polisi merupakan salah satu pihak yang bertugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Anak-anak tidak perlu takut meminta pertolongan kepada polisi ketika menghadapi keadaan darurat.

Namun, mereka juga harus belajar menggunakan layanan kepolisian secara bertanggung jawab. Telepon polisi bukan untuk bercanda, mengerjai petugas, atau menyampaikan laporan palsu. Bantuan harus diminta ketika memang diperlukan.

Dari pembelajaran sederhana ini, anak-anak belajar membedakan tindakan yang benar dan salah, memahami pentingnya menaati aturan, serta menghargai hak milik orang lain.

Belajar Hukum Tidak Harus Membosankan

Sebagai guru, saya merasa senang melihat anak-anak belajar melalui kegiatan bermain peran. Mereka tidak hanya duduk, mendengarkan penjelasan, dan mencatat materi dari papan tulis. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menjadi pelaku cerita, menyusun adegan, mengembangkan dialog, dan menampilkan kreativitas kelompoknya.

Di sinilah pembelajaran menjadi lebih hidup. Anak-anak bukan sekadar menghafal pengertian norma hukum, tetapi mencoba memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu, drama ini bukan untuk menakut-nakuti anak dengan polisi atau hukuman. Sebaliknya, anak-anak diajak memahami bahwa aturan dibuat untuk menjaga ketertiban, melindungi hak setiap orang, dan menciptakan kehidupan bersama yang aman.

Selamat untuk anak-anak hebat SD Tarsisius Vireta! Teruslah berkarya, belajar bertanggung jawab, dan berani melakukan hal yang benar.

Semoga melalui drama Telepon Polisi, kalian semakin memahami bahwa menaati hukum merupakan bagian dari sikap warga negara yang baik.

Salam berbagi.

Widodo Antonius

 Guru SD Tarsisius Vireta Tangerang

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2