Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tahukah Anda Mengapa Tingkat Keterbacaan Artikel Omjay Tinggi di Kompasiana?

9 Mei 2024   12:13 Diperbarui: 10 Mei 2024   17:43 1176 18 14

Saat kurikulum 2013 diterapkan, Omjay diminta mengajar mata pelajaran prakarya. Mata pelajaran ini menghapus mata pelajaran TIK dalam kurikulum 2013. Omjay yang tadinya mengajar TIK diminta untuk mengajar prakarya oleh pimpinan sekolah.

Banyak guru baru yang mengajar mata pelajaran prakarya dalam kurikulum 2013. Omjay mencoba mengajak siswa membuat kincir air dan kincir angin sederhana dalam mata pelajaran prakarya. Kemudian Omjay buatkan videonya. Alhamdulillah banyak yang menonton videonya. Sudah lebih dari 36.000 penontonnya dan akan terus bertambah.

Mengapa banyak yang menonton videonya? Sebab saat itu banyak guru dan siswa yang membutuhkannya. Sementara konten kreator belum sebanyak sekarang ini. Itulah mengapa banyak yang menonton video Omjay tersebut. 


Tahukah anda bahwa memenuhi kebutuhan siswa adalah salah satu cara menjadi guru yang dirindukan oleh siswa. Itulah yang selalu Omjay ingat dari pakar dan penulis buku sekolahnya manusia. 

Almarhum Munif Chatib selalu menyampaikan kepada kami di Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis atau APKS Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI bahwa setiap anak adalah bintang. Guru yang memiliki kasta tertinggi di sekolah pasti akan membuat siswa menjadi juara di bidangnya masing-masing.

"Kasta Tertinggi Seorang Guru Bukanlah Guru Penggerak". Kasta tertinggi seorang guru adalah guru yang dirindukan siswa. Kehadiranmu dan kehadirannya sangat ditunggu untuk mendapatkan ilmu baru.

Sekarang tulisan Omjay tentang kasta tertinggi seorang guru sudah banyak dibaca orang di bulan Mei ini. Semoga bermanfaat buat pembaca Kompasiana. Alhamdulillah sudah dibaca lebih dari 5.650 orang pembaca.


https://video.kompasiana.com/wijayalabs/663a3109de948f0283568082/kasta-tertinggi-seorang-guru-bukanlah-guru-penggerak?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile


Tahukah anda mengapa tingkat keterbacaan tulisan atau artikel omjay begitu tinggi?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, izinkan Omjay menyampaikan kegiatan belajar menulis Nusantara atau KBMN PGRI pertemuan keenam yang disampaikan oleh pak Dail Ma'ruf atau Damar dengan moderator Koko Kim.

Kita menang harus punya motivasi menulis dan blog sebagai media pembelajaran sebab blog adalah alat rekam yang ajaib. Keajaiban-keajaiban itu akan anda temui seiring anda memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran yang menarik siswa untuk belajar secara mandiri.

Sumber gambar dokpri
Sumber gambar dokpri

Tahun 2023 artikel Omjay banyak dibaca oleh para pengguna internet. Omjay terpilih sebagai blogger kompasiana dengan tingkat keterbacaan tinggi. Salah satu artikel yang banyak dibaca adalah bubarkan saja program guru penggerak. 

Ada seorang tak dikenal berkomentar. Dia menggunakan nama samaran di Kompasiana. Katanya Omjay menggunakan klik bait. Padahal sama sekali tidak. Omjay hanya menuliskan ucapan seorang teman yang tak setuju dengan program guru penggerak Kemdikbud saat itu.

Tulisan Omjay selalu tayang di Kompasiana setiap hari. Kalau tak tayang ada dua kemungkinannya. Pertama tak ada akses internet dan kedua Omjay sakit keras sehingga tak mampu menulis di blog.

Omjay dengan batik kusuma bangsa/ dokpri
Omjay dengan batik kusuma bangsa/ dokpri

Mengapa hal itu dapat terjadi? Sebab Omjay menjadikan blog sebagai media pembelajaran dan ruangkelas yang menarik. Baik blog pribadi maupun blog keroyokan Kompasiana. Bahkan Omjay lebih sering menulis di Kompasiana dibandingkan dengan menulis di blog pribadi.

Jangan heran kalau Omjay banyak dikenal sebagai seorang blogger ketimbang YouTubers. Apalagi tiktoker atau selebgram. Omjay hanya mengandalkan kemampuan menulis yang Omjay pelajari dari Kang Pepih Nugraha pendiri Kompasiana.

Alhamdulillah sekarang kang Pepih sudah mulai menulis kembali di Kompasiana. Itu artinya founder kompasiana masih hidup dan kita perlu memberikan apresiasi kepada Kang Pepih Nugraha yang luar biasa.

Kabarnya beliau Urang Sunda Asli atau USA yang berasal dari Ciawi Tasikmalaya. Kampung halaman bapak mertua Omjay. Sewaktu bapak mertua masih hidup, sesudah lebaran pasti kami main ke sana.

Jadi terus saja menulis dan tambahkan sedikit gambar dan video agar tulisanmu semakin menarik dan enak dibaca. Buatlah judul yang menarik dan menggoda pembaca. Bula masih sepi pembaca, gunakan media sosialmu untuk memviralkan tulisanmu yang inspiratif.

Input sumber gambar kompasiana
Input sumber gambar kompasiana

Demikian kisah Omjay kali ini tentang tahukah kamu mengapa tulisan Omjay memiliki tingkat keterbukaan eh keterbacaan tinggi dan mendapatkan penghargaan dari pengelola Kompasiana. Kabarnya Omjay diberi hadiah 2M. Makasih dan makasih. Semoga dapat terus menulis di kompasiana sampai ajal menjemput. Buatlah buku sebelum mati. Begitulah pesan Om Budiman Hakim guru menulis Omjay.

Salam blogger persahabatan 

Omjay

Guru blogger Indonesia 

Blog https://wijayalabs.com

Dok. pribadi
Dok. pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3