Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Olahraga Kata Ala Omjay Pecahkan 3 Buku Baru di Bulan Ramadhan dan Dibagikan GRATIS

23 Februari 2026   12:01 Diperbarui: 23 Februari 2026   12:01 182 1 0

Buku terbaru Omjay dibagikan Gratis/dokpri
Buku terbaru Omjay dibagikan Gratis/dokpri

Ramadhan Produktif Omjay: Dari Nyaris Berhenti Mengajar hingga Menjaga Marwah Guru Indonesia Lewat Tiga Buku Inspiratif. Olahraga Kata Ala Omjay Pecahkan 3 Buku Baru di Bulan Ramadhan dan Dibagikan GRATIS. Inilah kisah Omjay di kompasiana tercinta. Bagi anda yang ingin mendapatkan bukunya, dapat kirimkan email ke wijayalabs@gmail.com.

Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah bagi Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd---yang akrab disapa Omjay. Bagi Guru Blogger Indonesia ini, Ramadhan adalah bulan kontemplasi, bulan menata hati, dan bulan melahirkan karya. Di tengah suasana sahur yang hening dan malam yang panjang penuh doa, Omjay justru menyelesaikan tiga buku penting yang menjadi jejak perjalanan hidupnya sebagai guru.

Tiga buku itu bukan sekadar tulisan. Ia adalah refleksi, perjuangan, dan cinta seorang guru kepada profesinya.

1. Omjay Hampir Berhenti Menjadi Guru

Buku pertama yang ditulis Omjay di awal Ramadhan berjudul "Omjay Hampir Berhenti Menjadi Guru."

Judulnya mengejutkan. Banyak yang bertanya, benarkah seorang Omjay yang dikenal produktif dan penuh semangat pernah hampir menyerah?

Jawabannya: ya.

Ada masa di mana kelelahan mental, tekanan administrasi, kebijakan yang berubah-ubah, hingga minimnya apresiasi membuat hati seorang guru goyah. Omjay menuliskan secara jujur bagaimana ia pernah merasa lelah, merasa tak dianggap, bahkan merasa ingin berhenti.

Namun Ramadhan mengubah segalanya.

Di bulan suci itu, ia merenung: menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan jiwa. Ia teringat wajah murid-muridnya. Ia teringat pesan orang tua. Ia teringat bahwa ilmu adalah amal jariyah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5