berliana nurhaliza kusumah
berliana nurhaliza kusumah Foto/Videografer

mahasiswa UNISBA Bandung yang suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Video

Cerita STEM: Jangan Garing Seperti Kanebo Dijemur, Bikin Pembaca Ikut Berdebar!

22 Februari 2026   18:21 Diperbarui: 22 Februari 2026   18:21 110 2 1

cerita stem/cjatgpt
cerita stem/cjatgpt

Cerita STEM: Jangan Garing Seperti Kanebo Dijemur, Bikin Pembaca Ikut Berdebar! Cerita STEM Bukan Buku Paket! Rahasia Bikin Kisah Anak Meledak Emosi dan Bikin Juri Jatuh Hati.

Pernah membaca cerita anak bertema STEM yang isinya penuh eksperimen, tapi hatimu tidak ikut bergetar? Saat roket meluncur, tak ada degup. Saat robot rusak, tak ada cemas. Jika iya, mungkin yang kurang bukan ilmunya---melainkan jiwanya.

Belakangan ini, tema STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) makin digandrungi dalam berbagai sayembara menulis cerita anak. Banyak penyelenggara lomba terang-terangan mencantumkan STEM sebagai tema utama. Alasannya jelas: dunia berubah cepat, anak-anak hidup di tengah teknologi, dan literasi sains menjadi bekal penting masa depan.

cerita stem/chatgpt
cerita stem/chatgpt

Tapi tunggu dulu.

STEM dalam cerita anak bukan berarti kita menyulap buku menjadi modul pelajaran. Bukan juga sekadar langkah-langkah "cara membuat roket dari botol bekas" atau "tutorial merakit kipas tenaga surya". Jika hanya itu, ceritanya bisa terasa kaku. Datar. Bahkan... garing seperti kanebo dijemur mamakmu di halaman rumah.

Lalu seperti apa cerita STEM yang benar-benar hidup?

STEM Itu Latar, Bukan Khotbah

Kesalahan paling umum penulis pemula adalah menjadikan sains sebagai pusat ceramah. Tokoh hanya jadi corong penjelasan teori. Konflik terasa dibuat-buat. Dialog seperti buku paket.

Padahal, dalam cerita fiksi, yang utama tetaplah tokoh, konflik, dan emosi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7