Konflik semacam ini membuat pembaca anak merasa dekat. Mereka tahu rasanya gagal. Mereka tahu rasanya kecewa. Mereka tahu rasanya ingin menyerah.
Sains lalu menjadi ruang perjuangan.
Dan ketika tokoh bangkit---menghitung ulang, memperbaiki rangkaian, mencoba lagi meski tangan gemetar---di situlah pembaca belajar tentang ketekunan tanpa merasa sedang digurui.
Emosi Adalah Jembatan
Mengapa beberapa cerita STEM terasa hambar?
Karena penulis terlalu sibuk menjelaskan "bagaimana cara kerja" dibanding "bagaimana perasaan tokohnya".
Padahal, anak-anak tidak jatuh cinta pada rumus. Mereka jatuh cinta pada tokoh.
Kita boleh menjelaskan prinsip gaya gravitasi, tapi jangan lupa menggambarkan:
Detik ketika roket mainan hampir jatuh.
Nafas tertahan saat menghitung mundur.
Senyum lebar ketika percobaan berhasil.