Emosilah yang membuat pembaca mau masuk dan tinggal lebih lama di dalamnya.
Dan jika kamu ingin memenangkan sayembara, jangan hanya membuat anak-anak mengerti sains.
Buat mereka jatuh cinta pada prosesnya.
Buat mereka percaya bahwa gagal itu wajar.
Buat mereka ingin mencoba lagi.
Sebab cerita STEM terbaik bukan yang paling canggih teknologinya, melainkan yang paling dalam menyentuh nurani.
Jangan biarkan cerita STEM-mu hanya menjadi tumpukan teori yang rapi namun hampa rasa. Biarkan tokohmu gagal, bangkit, dan berani mencoba lagi---hingga pembaca ikut berdebar, tersenyum, bahkan menahan napas. Karena ketika sains dipeluk dengan emosi, di situlah lahir cerita yang bukan hanya cerdas, tetapi juga menggetarkan hati.