berliana nurhaliza kusumah
berliana nurhaliza kusumah Foto/Videografer

mahasiswa UNISBA Bandung yang suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Video

Cerita STEM: Jangan Garing Seperti Kanebo Dijemur, Bikin Pembaca Ikut Berdebar!

22 Februari 2026   18:21 Diperbarui: 22 Februari 2026   18:21 113 2 1

Ia menanamkan rasa ingin tahu. Ia mengajarkan berpikir kritis. Ia memperlihatkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. Ia menyampaikan bahwa anak-anak bisa menjadi pemecah masalah, bukan sekadar penonton.

Dalam dunia yang penuh distraksi, cerita STEM menghadirkan harapan: bahwa generasi muda bisa mencintai sains tanpa kehilangan empati.

Jadi, Sudahkah Cerita STEM-mu Mengaduk Perasaan?

Coba tanyakan pada dirimu sebagai penulis:

  • Apakah pembaca akan ikut tegang saat eksperimen hampir gagal?

  • Apakah mereka akan tersenyum saat tokoh akhirnya berhasil?

  • Apakah ada momen yang membuat mata berkaca-kaca?

  • Ataukah ceritamu hanya terasa seperti laporan praktikum?

Jika masih terasa seperti laporan, mungkin yang perlu ditambahkan bukan teori---melainkan hati.

Karena pada akhirnya, cerita anak bukan sekadar tentang apa yang dipelajari, tetapi tentang apa yang dirasakan.

STEM hanyalah pintu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7