berliana nurhaliza kusumah
berliana nurhaliza kusumah Foto/Videografer

mahasiswa UNISBA Bandung yang suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Video

Cerita STEM: Jangan Garing Seperti Kanebo Dijemur, Bikin Pembaca Ikut Berdebar!

22 Februari 2026   18:21 Diperbarui: 22 Februari 2026   18:21 113 2 1

Detail emosi itulah yang membuat cerita berdenyut.

Bayangkan pembaca kecil yang ikut menahan napas saat tombol dinyalakan. Itu jauh lebih kuat daripada paragraf panjang tentang hukum Newton.

STEM dan Imajinasi, Bukan Lawan

Ada anggapan bahwa cerita sains harus realistis dan "serius". Padahal, STEM justru bisa berpadu indah dengan imajinasi.

Anak yang bercita-cita membuat alat pembersih sungai karena sedih melihat ikan mati. Gadis kecil yang merancang sistem irigasi mini untuk kebun neneknya. Sekelompok sahabat yang memecahkan misteri hilangnya listrik di desa menggunakan logika dan eksperimen sederhana.

Semuanya tetap fiksi. Tetap penuh rasa.

Yang membedakan hanyalah fondasi berpikirnya berbasis sains dan logika.

Jangan Takut dengan Matematika

Banyak penulis menghindari matematika karena dianggap "tidak menarik". Padahal matematika bisa menjadi sumber konflik yang kuat.

Bayangkan tokoh yang harus menghitung sudut jembatan mini agar tidak roboh. Jika salah satu angka meleset, seluruh timnya gagal. Ketegangan muncul bukan dari angka itu sendiri, melainkan dari tanggung jawab dan tekanan yang menyertainya.

Angka menjadi dramatis ketika ada konsekuensi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7