Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Tips Kreatif Menambah Penghasilan Selama Ramadan

3 Maret 2026   03:40 Diperbarui: 3 Maret 2026   03:40 362 18 10

Kisah Omjay kali ini tentang Tips Kreatif Menambah Penghasilan Selama bulan Ramadan.

Sebuah Kisah Inspiratif Omjay: Guru yang Menulis Setiap Hari hingga Jadi Narasumber Nasional.

Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan latihan mental, spiritual, dan emosional. Namun bagi sebagian orang, Ramadan juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan kreativitas.

Di tengah sunyi selepas sahur dan khusyuknya malam setelah tarawih, lahirlah banyak ide besar. Dan salah satu kisah nyata yang layak diceritakan adalah perjalanan Dr. Wijaya Kusumah, yang akrab disapa Omjay---seorang guru yang membuktikan bahwa konsistensi kecil setiap hari bisa mengubah hidupnya secara luar biasa.

Artikel kisah Omjaynini bukan sekadar cerita. Ini adalah undangan untuk bangkit.

Dari Guru Biasa Menjadi Guru yang Menginspirasi Indonesia.

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

Omjay bukan selebritas. Bukan pula pejabat tinggi. Omjay hanya seorang guru yang mencintai dunia pendidikan. Namun ada satu kebiasaan sederhana yang membedakannya dari banyak orang yaitu: menulis setiap hari.

Ia tidak menunggu inspirasi.
Ia tidak menunggu waktu luang.
Ia tidak menunggu sempurna.

Ia hanya menulis.

Di bulan Ramadan, kebiasaan itu justru semakin kuat. Seusai sahur, ketika banyak orang kembali terlelap, Omjay membuka ponsel atau laptopnya. Seusai tarawih, saat sebagian orang sibuk berselancar tanpa arah di media sosial, ia memilih menulis refleksi.

Tentang murid-muridnya.
Tentang keresahan guru.
Tentang pendidikan Indonesia.
Tentang harapan.

Awalnya? Sepi pembaca.
Tidak ada tepuk tangan.
Tidak ada honor.

Tetapi Ramadan mengajarkannya satu hal: kesabaran adalah kunci kemenangan.

Seperti puasa yang tak langsung berbuka di pagi hari, kesuksesan pun tak hadir dalam satu malam.

Kekuatan Konsistensi yang Mengubah Nasib

Tulisan-tulisan itu perlahan menemukan pembacanya. Guru-guru mulai membagikan tulisannya. Komentar berdatangan. Diskusi muncul.

Omjay guru blogger indonesia/dokpri
Omjay guru blogger indonesia/dokpri

Lalu undangan pertama datang.

Webinar kecil.
Honor sederhana.
Audiens terbatas.

Namun Omjay menerima dengan sepenuh hati.

Karena ia tahu: yang kecil jika dijaga akan membesar.

Kebiasaan menulis membuat pikirannya terstruktur. Gagasan-gagasannya tajam. Saat berbicara di depan kamera, ia tidak gugup. Ia sudah terbiasa menyusun ide setiap hari lewat tulisan.

Dari webinar kecil, ia naik ke skala nasional.
Dari ruang kelas, ia melangkah ke panggung-panggung pendidikan.
Dari blog sederhana, ia membangun personal branding yang kuat.

Semua berawal dari satu tulisan per hari.

Ramadan menjadi saksi bahwa disiplin kecil yang dilakukan dengan niat ibadah dapat membuka pintu rezeki yang tak terduga.

Tips Kreatif Menambah Penghasilan Selama Ramadan.

Terinspirasi dari perjalanan Omjay, berikut langkah konkret yang bisa Anda praktikkan---khususnya bagi pembaca Kompasiana yang gemar berbagi gagasan.

1. Monetisasi Keahlian yang Sudah Anda Miliki

Tidak perlu belajar dari nol. Lihat apa yang sudah Anda kuasai.

  • Guru? Buka kelas online kilat menjelang ujian.
  • Penulis? Tawarkan jasa artikel bertema Ramadan.
  • Desainer? Buat template kartu ucapan Idulfitri.
  • Public speaker? Jadi moderator kajian online.

Ramadan adalah musim produktif. Banyak lembaga mengadakan webinar, pelatihan, dan kajian daring.

Jangan hanya jadi peserta. Beranilah jadi pelaku.

2. Bangun Personal Branding dengan Konten Bermakna

Omjay tidak membangun citra dengan pamer pencapaian. Omjay membangun kepercayaan lewat konsistensi.

Cobalah tantangan sederhana:
30 Hari Ramadan = 30 Konten Bernilai.

Bisa berupa:

  • Refleksi harian
  • Tips produktivitas Ramadan
  • Catatan inspirasi mengajar
  • Kisah murid yang menguatkan hati

Konten yang tulus selalu menemukan jalannya. Dia akan menemukan takdirnya sendiri. Jadi menulis saja setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

3. Ciptakan Produk Digital Bernilai

Ramadan adalah bulan refleksi. Banyak orang mencari:

  • E-book jurnal Ramadan
  • Planner ibadah
  • Modul pembelajaran Islami
  • Template konten dakwah

Produk digital tidak memerlukan biaya cetak. Modalnya ide dan kemauan.

Omjay memulai dari tulisan gratis. Dari sana lahir buku, pelatihan, hingga honor narasumber.

4. Jadikan Waktu Sahur dan Malam sebagai "Golden Hour" Produktif

Banyak orang bangun sahur hanya untuk makan. Setelah itu kembali tidur.

Cobalah bangun 30 menit lebih awal untuk membaca atau menulis.

Kesunyian Ramadan memiliki energi yang berbeda. Pikiran lebih jernih. Hati lebih tenang. Ide mengalir lebih dalam.

Bisa jadi satu paragraf yang Anda tulis saat sahur akan mengubah hidup Anda lima tahun ke depan.

5. Fokus pada Proses, Bukan Viral

Ramadan bukan tentang cepat terkenal. Ia tentang ketulusan.

Omjay tidak pernah menulis untuk viral. Omjay menulis untuk berbagi.

Ironisnya, justru karena itulah namanya dikenal luas.

Keberhasilan sejati adalah efek samping dari konsistensi yang panjang.

Ramadan: Titik Balik atau Lewat Begitu Saja?

Pertanyaannya sekarang bukan lagi:
"Apakah bisa menambah penghasilan di bulan Ramadan?"

Tetapi:
"Apakah kita mau memulai?"

Ramadan adalah madrasah kehidupan. Ia melatih disiplin, menahan diri, dan konsistensi. Nilai-nilai itu sangat relevan dalam membangun karier dan penghasilan.

Bayangkan jika selama 30 hari ini Anda:

  • Menulis setiap hari
  • Mengunggah konten bermanfaat setiap hari
  • Mengembangkan satu produk kecil
  • Membangun satu relasi baru

Satu Ramadan bisa menjadi fondasi perubahan besar.

Penutup: Jangan Tunggu Sempurna

Omjay tidak menunggu terkenal untuk mulai menulis.
Omjay menulis sampai akhirnya dikenal.

Omjayntidak menunggu percaya diri untuk berbicara.
Omjay berbicara sampai akhirnya percaya diri.

Ramadan tahun ini mungkin terasa biasa saja bagi sebagian orang. Tetapi bagi Anda yang membaca ini, bisa jadi ia adalah titik balik.

Mulailah dari satu langkah kecil malam ini.
Satu ide.
Satu tulisan.
Satu keberanian.

Dan siapa tahu, beberapa tahun ke depan, pembaca Kompasiana akan membaca kisah Anda. Kisah Omjayntentang bagaimana Ramadan menjadi momentum kemenangan, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga finansial dan intelektual.

Karena sejatinya, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar.

Ramadan adalah tentang menumbuhkan potensi terbaik dalam diri.

Dan Omjay telah membuktikannya.

Kini giliran Anda.

Salam blogger persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7