Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Jalani Hobi Menulis Di Saat Ibadah Puasa Ramadhan

8 Maret 2026   08:50 Diperbarui: 8 Maret 2026   08:50 275 7 3


Omjay dkk ketika kuliah di China
Omjay dkk ketika kuliah di China

Jalani hobi menulis di saat puasa Ramadhan. Inilah kisah Omjay kali ini di Kompasiana tercinta. Sebuah Hobi yang Menjadi Ibadah: Kisah Omjay Menjalani Ramadan dengan Penuh Makna. Berkat menulis Omjay bisa kuliah di China.

Ketika Hobi Menulis Menjadi Ibadah: Kisah Ramadan Inspiratif Omjay, Dr. Wijaya Kusumah, Guru Blogger Indonesia. Saat ini Omjay sedang main bersama cucunya. Senang rasanya bisa bermain bersama cucu tercinta.

https://youtube.com/shorts/5n30d0gqhRY?si=0bhwXMfvI7CSzrpN


Bulan Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda bagi setiap orang. Ada yang sibuk memperbanyak ibadah, ada yang fokus mempererat silaturahmi, dan ada pula yang memanfaatkan waktu Ramadan untuk menekuni hobi yang bermanfaat. Salah satunya meliput kegiatan APKS PGRI yang menyantuni anak yatim dan fakir miskin.

Kegiatan apks pgri/dokpri
Kegiatan apks pgri/dokpri


Bagi Dr. Wijaya Kusumah, yang akrab disapa Omjay, bulan suci ini justru menjadi momentum terbaik untuk menjalani hobinya: menulis dan berbagi ilmu kepada banyak orang.

Omjay dikenal luas sebagai Guru Blogger Indonesia. Di sela kesibukannya sebagai guru dan pegiat literasi digital, ia selalu menyempatkan diri untuk menulis. Bahkan di bulan Ramadan, ketika ritme aktivitas berubah, semangat menulisnya justru semakin kuat.

https://www.instagram.com/p/DVcVfchAegO/?igsh=MTB2bzBqMXp1MWN5Mg==

Ramadan yang Tidak Pernah Sepi dari Tulisan

Setiap pagi setelah sahur dan salat Subuh, Omjay biasanya tidak langsung kembali tidur. Omjay memilih duduk di depan laptopnya. Bila tidak sedang puasa, Secangkir teh hangat menemani, sementara ide-ide tulisan mulai mengalir dari pikirannya.

“Ramadan adalah waktu yang sangat baik untuk menulis,” kata Omjay suatu kali. Menurutnya, suasana pagi di bulan puasa terasa lebih tenang dan penuh inspirasi.

Dari situlah lahir berbagai tulisan yang kemudian dibagikan di blog pribadi maupun platform menulis seperti Kompasiana. Tema tulisannya beragam, mulai dari kisah guru, literasi digital, pengalaman hidup, hingga refleksi spiritual di bulan Ramadan.

Bagi Omjay, menulis bukan sekadar hobi. Omjay percaya bahwa menulis adalah cara meninggalkan jejak kebaikan. Tulisan yang dibuat hari ini bisa saja menginspirasi seseorang di masa depan.

buku kisah Omjay yang dibagikan GRATIS/dokpri
buku kisah Omjay yang dibagikan GRATIS/dokpri

Hobi yang Berubah Menjadi Amal

Banyak orang menganggap hobi hanya sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luang. Namun bagi Omjay, hobi bisa menjadi ladang pahala jika dilakukan dengan niat yang baik.

Ketika Omjay menulis tentang pendidikan, ia berharap tulisannya dapat membantu guru lain menemukan inspirasi mengajar. Ketika ia menulis tentang literasi, ia berharap semakin banyak orang yang mencintai membaca dan menulis.

Di bulan Ramadan, niat itu semakin kuat. Omjay selalu berusaha agar setiap tulisan yang dibuatnya memiliki pesan kebaikan.

Sering kali Omjay menulis kisah sederhana tentang kehidupan guru di Indonesia. Kisah-kisah itu membuat banyak pembaca merasa terwakili. Tidak sedikit guru yang kemudian meninggalkan komentar, mengatakan bahwa tulisan Omjay memberi mereka semangat baru.

Menulis di Waktu Menunggu Berbuka

Salah satu waktu favorit Omjay untuk menulis adalah menjelang berbuka puasa. Banyak orang mengisi waktu ini dengan menonton televisi atau bermain gawai. Namun Omjay memilih membuka laptop dan menulis.

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Kadang dari pengalaman mengajar, kadang dari percakapan dengan teman, bahkan kadang dari komentar pembaca di media sosial.

Omjay percaya bahwa setiap pengalaman hidup selalu memiliki cerita yang layak dituliskan.

Tidak jarang tulisan yang dibuat menjelang berbuka puasa itu selesai tepat saat azan Magrib berkumandang. Setelah itu, Omjay menutup laptopnya dan bersiap berbuka puasa bersama keluarga.

Baginya, momen sederhana itu selalu terasa membahagiakan.

Berbagi Ilmu Lewat Dunia Digital

Hobi menulis juga membuat Omjay aktif berbagi ilmu kepada para guru di berbagai daerah. Omjay sering mengadakan pelatihan menulis blog dan literasi digital.

Banyak guru yang awalnya tidak percaya diri menulis akhirnya berani mempublikasikan tulisannya. Hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Omjay.

Omjay sering mengatakan bahwa setiap guru sebenarnya memiliki cerita hebat. Hanya saja, tidak semua guru terbiasa menuliskannya.

Melalui kegiatan berbagi ini, Omjay berharap semakin banyak guru Indonesia yang meninggalkan jejak literasi di dunia digital.

Ramadan yang Penuh Makna

Bagi Omjay, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan adalah waktu untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan menebar manfaat bagi orang lain.

Hobinya menulis menjadi cara sederhana untuk melakukan hal itu.

Setiap tulisan yang Omjay buat adalah bentuk rasa syukur. Syukur karena masih diberi kesempatan untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi.

Omjay percaya bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar. Sebuah tulisan bisa menggerakkan hati seseorang, membuka wawasan baru, bahkan mengubah cara pandang seseorang terhadap kehidupan.

Jejak Kebaikan Lewat Tulisan

Suatu hari, seorang pembaca mengirim pesan kepada Omjay. Ia mengatakan bahwa salah satu tulisan Omjay membuatnya kembali bersemangat menjadi guru setelah sempat merasa putus asa.

Pesan sederhana itu membuat Omjay terharu.

Saat itulah ia semakin yakin bahwa hobi menulis yang dijalaninya selama ini tidak sia-sia.

Di bulan Ramadan, keyakinan itu semakin kuat. Ia berharap setiap tulisan yang dibuat bisa menjadi amal jariyah—kebaikan yang terus mengalir pahalanya bahkan setelah waktu berlalu.

Penutup

Ramadan selalu memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menjadi lebih baik. Ada yang memperbanyak ibadah, ada yang mempererat silaturahmi, dan ada pula yang menekuni hobi yang membawa manfaat.

Kisah Omjay mengajarkan bahwa hobi tidak harus sekadar menjadi hiburan. Jika dilakukan dengan niat yang tulus dan tujuan yang baik, hobi bisa berubah menjadi ladang pahala.

Melalui tulisan-tulisannya, Omjay terus menebarkan inspirasi kepada banyak orang. Dan di setiap huruf yang ia tulis, tersimpan harapan sederhana: semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat menjadi cahaya bagi orang lain.

Karena bagi Omjay, menulis di bulan Ramadan bukan hanya tentang menyalurkan hobi, tetapi juga tentang menebar kebaikan yang tak pernah berhenti. 

Salam blogger persahabatan

Omjay/kakek jay

Guru blogger indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay dan atisa cucunya/dokpri
Omjay dan atisa cucunya/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5