Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah-Kisah Kebaikan yang Menginspirasi Dari Kelas Kecil Hingga Dunia Maya

9 Maret 2026   03:53 Diperbarui: 9 Maret 2026   03:53 300 13 7

Kisah Kebaokan Omjay/ChatGPT
Kisah Kebaokan Omjay/ChatGPT

Kisah-Kisah Kebaikan yang Menginspirasi. Inilah kisah Omjay kali ini di episode Ramadan bercerita di kompasiana dengan Judul: Kisah-Kisah Kebaikan yang Menginspirasi: Dari Kelas Kecil hingga Dunia Maya. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana.

Bulan Ramadan selalu menghadirkan banyak cerita tentang kebaikan. Ada kebaikan yang besar dan terlihat oleh banyak orang, tetapi ada pula kebaikan kecil yang dilakukan secara sederhana namun meninggalkan jejak yang mendalam di hati banyak orang. 

Kebaikan seperti itulah yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kisah seorang guru yang dikenal sebagai Omjay, atau Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, yang dijuluki Guru Blogger Indonesia.

Ramadan mengajarkan kita bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan memiliki nilai yang besar di sisi Tuhan. Bahkan senyuman, bantuan kecil, atau berbagi ilmu bisa menjadi amal yang mengalir tanpa henti. 

Kisah-kisah kebaikan inilah yang menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus menebar manfaat. Omjay menuliskannya untuk berbagi cerita kepada kawan-kawan kompasiana. Omjay banyak belajar pada pak Dedi Dwitagam dan ayah Didi di PGRI.


Kebaikan Dimulai dari Hal Sederhana

Tidak semua kebaikan harus dilakukan dengan sesuatu yang besar. Banyak orang melakukan kebaikan dengan cara sederhana, seperti membantu tetangga, berbagi makanan berbuka, atau menyemangati orang yang sedang mengalami kesulitan.

Di lingkungan sekolah, kebaikan juga sering terjadi. Seorang guru yang dengan sabar membimbing muridnya, seorang siswa yang membantu temannya memahami pelajaran, atau seorang kepala sekolah yang memberi motivasi kepada guru-guru yang sedang lelah menjalankan tugas.

Semua itu adalah potongan kecil dari kebaikan yang jika dikumpulkan akan membentuk mozaik indah dalam kehidupan masyarakat. Kebaikan dapat dilakukan melalui tulisan atau lisan sebagai penyambung lidah manusia.

Kebaikan Melalui Tulisan

Di era digital seperti sekarang, kebaikan juga bisa disebarkan melalui tulisan. Internet memungkinkan seseorang berbagi pengalaman, inspirasi, dan ilmu kepada orang lain yang bahkan tidak pernah ditemui secara langsung.

Di sinilah peran Omjay menjadi sangat menarik. Sebagai seorang guru yang juga aktif menulis di berbagai platform digital, Omjay memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan kebaikan melalui literasi.

Omjay dikenal sebagai sosok guru yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mengajar melalui tulisan. Omjay menulis pengalaman, refleksi pendidikan, serta kisah-kisah inspiratif yang dapat dibaca oleh siapa saja.

Melalui blog dan berbagai media literasi, Omjay sering mengajak para guru untuk menulis. Omjay percaya bahwa menulis adalah cara untuk berbagi pengalaman dan menyebarkan kebaikan.

"Menulislah dengan hati," begitu pesan yang sering ia sampaikan kepada para guru.

Pesan sederhana itu ternyata menggerakkan banyak orang. Banyak guru yang awalnya tidak percaya diri menulis akhirnya mulai berani berbagi cerita dan pengalaman mereka.

Berbagi Tanpa Pamrih

Salah satu kisah kebaikan yang sering dikenang dari Omjay adalah kebiasaannya membantu guru-guru belajar menulis blog. Omjay sering mengadakan pelatihan, berbagi pengalaman, bahkan membimbing secara pribadi mereka yang ingin belajar menulis.

Hal yang menarik, banyak kegiatan itu dilakukan tanpa meminta imbalan apa pun. Bagi Omjay, berbagi ilmu adalah bentuk sedekah yang paling indah dan mulia. Ilmu taka akan pernah habis bila dibagikan kepada sesama.

Dalam beberapa kesempatan, Omjay bahkan meluangkan waktu hingga larut malam untuk membalas pesan para guru yang bertanya tentang cara membuat blog, cara menulis artikel, atau cara mempublikasikan tulisan mereka.

Bagi sebagian orang, hal itu mungkin terlihat sepele. Namun bagi guru yang baru belajar menulis, dukungan seperti itu bisa menjadi sangat berarti. Tidak sedikit guru yang akhirnya menemukan kepercayaan diri mereka berkat dorongan tersebut.

Inspirasi yang Menyebar Luas

Kebaikan yang dilakukan seseorang sering kali menular kepada orang lain. Begitu pula dengan apa yang dilakukan Omjay. Banyak guru yang pernah belajar menulis darinya kemudian ikut mengajak rekan-rekannya untuk menulis. 

Mereka membuat komunitas literasi, berbagi pengalaman, bahkan mengadakan pelatihan kecil di sekolah masing-masing. Omjay sendiri membentuk komunitas sejuta guru ngeblog atau KSGN.

Dari satu orang, kebaikan itu menyebar menjadi banyak orang. Inilah kekuatan kebaikan yang sesungguhnya. Ia tidak berhenti pada satu tindakan, tetapi terus bergerak dan berkembang. Seperti gelombang kecil yang akhirnya menjadi ombak besar.

Ramadan dan Semangat Berbagi

Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak kebaikan. Banyak orang berbagi makanan berbuka puasa, memberi santunan kepada anak yatim, atau membantu mereka yang membutuhkan.

Namun sebenarnya, kebaikan tidak harus selalu berbentuk materi. Berbagi ilmu, memberi motivasi, atau sekadar mendengarkan keluh kesah orang lain juga merupakan bentuk kebaikan yang sangat berharga.

Omjay sering mengingatkan bahwa seorang guru memiliki kesempatan besar untuk melakukan kebaikan demi kebaikan setiap hari. Ketika seorang guru membantu siswa memahami pelajaran, memberi semangat kepada murid yang hampir menyerah, atau menginspirasi mereka untuk bermimpi lebih besar, di situlah kebaikan sedang terjadi.

Kebaikan yang Tidak Pernah Sia-Sia

Ada satu hal yang sering kita lupakan tentang kebaikan: hasilnya memang tidak selalu terlihat langsung. Terkadang perlu waktu untuk melihat hasilnya. Dibutuhkan kesabaran dalam melakukan kebaikan.

Seorang guru mungkin tidak pernah tahu sejauh mana kata-katanya memengaruhi kehidupan muridnya. Seorang penulis mungkin tidak pernah tahu siapa saja yang terinspirasi oleh tulisannya.

Namun satu hal yang pasti, kebaikan tidak pernah sia-sia. Kebaikan selalu menemukan jalannya sendiri untuk memberi manfaat kepada orang lain. Kebaikan akan hadir di saat yang tepat.

Kisah Omjay sebagai Guru Blogger Indonesia menunjukkan bahwa satu orang bisa membawa perubahan besar jika ia konsisten melakukan kebaikan, sekecil apa pun itu.

Melalui kelas, tulisan, dan komunitas literasi, Omjay telah menunjukkan bahwa kebaikan dapat dilakukan dengan banyak cara. Dan mungkin, inilah pesan terindah dari Ramadan: bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menebar kebaikan.

Mulailah dari hal kecil. Mulailah dari hari ini. Karena bisa jadi, satu kebaikan kecil yang kita lakukan akan menjadi inspirasi besar bagi orang lain. Hadiah dari melakukan kebaikan demi kebikan adalah kebaikan itu sendiri.

Demikianlah kisah Omjay tentang Kisah-Kisah Kebaikan yang Menginspirasi Dari Kelas Kecil Hingga Dunia Maya. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana dalam ramadhan bercerita.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Kisah Kebaikan Omjay/ChatGPT
Kisah Kebaikan Omjay/ChatGPT

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4