Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Di pantai Ancol, saya sering melihat keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. Ada yang bermain pasir, ada yang berjalan santai di pinggir pantai, ada pula yang hanya duduk menikmati pemandangan laut.
Melihat kebahagiaan sederhana itu membuat saya semakin menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar. Kebahagiaan sering hadir dari hal-hal kecil yang kita nikmati dengan penuh rasa syukur.
Kadang saya juga membeli kopi dari pedagang kecil di sekitar pantai. Duduk sambil menikmati kopi hangat dan memandang laut adalah pengalaman yang sangat sederhana, tetapi sangat menenangkan.
Selain menjadi tempat refleksi pribadi, pantai Ancol juga sering menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Saya pernah mengajak keluarga berjalan santai di tepi pantai setelah Lebaran. Anak-anak terlihat sangat gembira bermain pasir dan berlari mengejar ombak kecil.
Momen seperti itu terasa sangat berharga. Kesibukan sehari-hari sering membuat kita jarang memiliki waktu berkualitas bersama keluarga. Libur Lebaran memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluarga dan menciptakan kenangan indah bersama orang-orang yang kita cintai.
Setelah beberapa jam menikmati suasana pantai, biasanya saya pulang dengan perasaan yang jauh lebih segar. Pikiran terasa lebih ringan, hati terasa lebih tenang, dan semangat untuk kembali menjalani aktivitas pun muncul kembali.
Bagi saya, seorang guru harus memiliki energi positif. Guru yang bahagia akan lebih mudah menularkan semangat kepada para siswanya. Sebaliknya, guru yang lelah dan stres akan sulit memberikan pembelajaran yang menyenangkan.
Karena itulah saya selalu berusaha menjaga keseimbangan hidup. Bekerja dengan sungguh-sungguh, tetapi juga memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat.
Libur Lebaran mengajarkan kita banyak hal. Selain mempererat silaturahmi, momen ini juga mengingatkan kita untuk kembali kepada kesederhanaan, keikhlasan, dan rasa syukur.
Healing sederhana di pantai Ancol membuat saya semakin menyadari bahwa hidup tidak perlu selalu terburu-buru. Kadang kita hanya perlu berhenti sejenak, menarik napas panjang, dan menikmati keindahan yang ada di sekitar kita.
Dari sana, kita bisa menemukan kembali semangat hidup yang mungkin sempat hilang di tengah kesibukan.