Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
"Ya Allah, apakah ini cara-Mu mengingatkanku untuk lebih bersyukur?" gumamnya lirih.
Hari itu, Omjay tidak pergi ke sekolah. Omjay beristirahat di rumah, ditemani sunyi yang justru terasa penuh makna. Dari tempat tidurnya, ia mendengar suara anak-anak mengaji di masjid dekat rumah. Suara itu menenangkan, seperti pelukan hangat dari langit.
Dalam kondisi lemah, Omjay membuka Al-Qur'an. Tidak banyak ayat yang mampu ia baca, tetapi setiap huruf terasa lebih dalam. Seakan Allah ingin mengatakan bahwa ibadah bukan soal banyaknya, tetapi tentang keikhlasan yang menyertainya.

Omjay juga mulai merenung tentang perjalanan hidupnya.
Sudah 34 tahun lebih Omjay mengabdi sebagai guru. Omjay telah mengajar ribuan murid, menulis ratusan artikel, dan berbagi ilmu tanpa henti. Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang sering terlupakan: menjaga diri sendiri sebagai amanah dari Allah.
Ramadan ini mengajarkannya bahwa menjadi kuat bukan berarti memaksakan diri. Kadang, justru dalam kelemahan, kita belajar tentang arti tawakal.
Menjelang waktu berbuka, suasana rumah terasa lebih hangat. Istrinya dengan penuh kasih menyiapkan makanan sederhana. Terlihat sup hangat, sedikit nasi, dan buah-buahan. Tidak ada hidangan mewah seperti yang sering terlihat di media sosial. Namun, di situlah letak keistimewaannya.
Omjay menatap hidangan itu dengan mata berkaca-kaca.
"Selama ini aku sering lupa, bahwa kebahagiaan bukan pada banyaknya makanan, tetapi pada rasa syukur yang kita miliki," ucapnya dalam hati.