Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Saat adzan Maghrib berkumandang, Omjay tidak berbuka puasa seperti biasanya. Omjay hanya minum obat dan menikmati seteguk air putih. Namun, anehnya, hatinya justru terasa lebih penuh daripada hari-hari sebelumnya.
Malam itu, Omjay tidak mampu pergi ke masjid untuk salat tarawih. Omjay melaksanakan salat di rumah, dengan gerakan yang pelan dan hati yang lebih khusyuk. Setiap sujud terasa lebih lama, seakan ia ingin berlama-lama berbicara dengan Tuhannya.
Di antara doa-doanya, Omjay tidak lagi meminta hal-hal besar. Omjay hanya memohon satu hal sederhana:
"Ya Allah, berikan aku kesempatan untuk tetap bisa beribadah kepada-Mu, meski dengan cara yang sederhana."
Hari-hari berikutnya, Omjay mulai menjalani Ramadan dengan cara yang berbeda. Ia tidak memaksakan diri. Jika tubuhnya kuat, ia berpuasa. Jika tidak, ia menggantinya dengan ibadah lain. Omjay membaca Al-Qur'an, berdzikir, atau menulis.
Ya, menulis. Omjay menulis setiap hari. Omjay menulis walaupun dalam keadaan sakit. Bagi Omjay, menulis adalah nafasnya.
Dalam setiap tulisannya, ia mencurahkan perasaan yang selama ini terpendam. Ia menulis tentang rasa lelah, tentang perjuangan, tentang harapan, dan tentang cinta kepada Allah yang tak pernah pudar. Tulisan-tulisan itu bukan hanya menjadi terapi bagi dirinya, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang yang membacanya.
Ramadan kali ini mungkin tidak sempurna bagi Omjay. Omjay tidak bisa menjalankan semua ibadah seperti yang ia inginkan. Namun, justru di situlah letak keindahannya.
Omjay belajar bahwa kesempurnaan bukan milik manusia. Kesempurnaan hanya Milik Allah Sang Penguasa langit dan bumi.
Di penghujung Ramadan, saat malam-malam terakhir mulai terasa, Omjay duduk sendiri di ruang tamu. Ia menatap langit malam dari balik jendela. Ada rasa haru yang tak bisa ia tahan.
"Ramadan ini mungkin berbeda, tapi justru paling berkesan," bisiknya.