Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay Ketika Kecil Tentang Toleransi Sejati di Hari Besar dan Sepiring Kue

19 Maret 2026   07:51 Diperbarui: 19 Maret 2026   07:51 207 4 2

Pertanyaan itu belum terjawab saat itu. Namun, hatinya merasakan sesuatu dan sebuah kehangatan yang sulit dijelaskan.

Hari Lebaran pun tiba. Seperti biasa, Omjay mengenakan baju terbaiknya. Omjay kecil pergi salat Id bersama ayahnya, lalu berkeliling bersilaturahmi ke rumah tetangga. Salah satu rumah yang tak pernah terlewat adalah rumah Pak Made dan Bu Maria.

Di rumah Pak Made, Omjay disambut dengan ramah. Meski berbeda keyakinan, Pak Made selalu mengucapkan, "Selamat Lebaran ya, Omjay. Mohon maaf lahir batin." Sebuah kalimat sederhana, tetapi penuh makna.

Di rumah Bu Maria, suasana lebih hangat lagi. Kue-kue yang dulu ia berikan kini tersaji di meja, dan Omjay diminta untuk mencicipi semuanya. Mereka tertawa bersama, berbagi cerita, tanpa pernah membahas perbedaan.

Di situlah, tanpa disadari, Omjay kecil belajar tentang toleransi.

Bukan dari buku pelajaran, bukan dari ceramah panjang, tetapi dari tindakan nyata. Dari sepiring kue, dari senyuman tulus, dari ketulusan hati untuk saling menghargai.

Waktu terus berjalan. Omjay tumbuh dewasa, menjadi seorang guru, dan menjalani kehidupan dengan berbagai dinamika. Namun, kenangan kecil itu tetap melekat kuat dalam ingatannya.

Kini, setiap kali Ramadan tiba dan Lebaran menjelang, Omjay selalu teringat pada Bu Maria dan Pak Made. Ia pun berusaha menanamkan nilai yang sama kepada murid-muridnya.

Dalam sebuah kesempatan mengajar, Omjay pernah bertanya kepada siswa-siswanya, "Apa arti toleransi menurut kalian?"

Beragam jawaban muncul. Ada yang mengatakan menghormati, ada yang menyebut saling menghargai, dan ada pula yang menjawab hidup berdampingan.

Omjay tersenyum, lalu menceritakan kisah masa kecilnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4