Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Terpen TiHuruf T Tragis Tapi Tetap Tertawa Tanpa Tangis

24 Maret 2026   14:12 Diperbarui: 25 Maret 2026   09:50 152 5 1

Kisah Omjay bersama cucunya/dokpri
Kisah Omjay bersama cucunya/dokpri

Cerpen ini Omjay bacakan untuk atisa cucu kakek jay dan atisa tertawa senang setelah selesai mendengarkan kisah Kakek Jay.

"Tjerpen Huruf 'T': Tragis Tapi Tetap Tertawa"
Karya: Tjopas (versi kocak dan tambah 'T'awa) bukan karya Omjay 


Tatkala temperatur terik tingkat tinggi terasa seperti "toaster tanpa tombol", tampaklah seorang tokoh tangguh: Tukang Tempe. Dengan tampang tetap tenang tapi tenggorokan terasa tersengat, ia tetap teriak penuh totalitas:

"Tempeee... tempe... tempeee!"

Tak tanggung-tanggung, teriakannya terdengar sampai tikungan terujung tempat Tukang Tahu tengah termenung sambil terkantuk-kantuk. Tersentak! Tukang Tahu tak terima teritorinya tersaingi.

Tanpa tanya-tanya, Tukang Tahu turut tampil dan teriak tak kalah tebal:
"Tahuuuu... tahu... tahuuu!!"

Terjadilah "Teriak-Teriakan Terakbar Tahun Ini".

Tukang Tempe, tak tinggal diam, tambah tenaga:
"Tempeku terbaik! Tempeku terenak! Tempeku terkenal!!"

Tukang Tahu tersulut. Tanpa tedeng aling-aling, tuduhan tajam terlontar:
"Tempenya tengik! Tempenya tawar! Tempenya terjelek!!"

Tukang Tempe tertegun. Terdiam. Terlihat teriris... tapi ternyata cuma tiga detik.

"Tepplaaakkk!!"

Tamparan telak tertransfer tepat ke pipi Tukang Tahu.

Namun, Tukang Tahu ternyata tipe tak takut tantangan. Tanpa pikir panjang, tendangan tiba-tiba tertuju tepat ke tulang tungkai Tukang Tempe.

"Takkk!"

Tukang Tempe terjengkang, terguling, tapi tetap tegar. Ia tegak kembali, tatapannya tajam seperti "tombak tradisional tapi versi tatapan".

Tukang Tahu?
Tetap tenang.
Tetap tegak.
Tetap tidak takut.

"Tantang terus? Tentu!"

Tangan Tukang Tempe terkepal. Tinjunya terarah.

"Tok! Tok! Tok!"

Tujuh tonjokan tak terhindarkan. Tonjokan terakhir? Telak tak tertolong.

Tukang Tahu terjatuh. Terjerembab. Teriaknya terdengar tinggi:
"Tolong... tolong... tolong..."

Tapi Tukang Tempe malah tambah teriak:
"Tempeee... tempeee... tempeee..."

Seolah sedang promo di tengah pertarungan.

Tiba-tiba...
Terdengar langkah tergesa.

Teman Tukang Tahu tiba!
Tapi... twist tak terduga terjadi.

"Dorrr!!"

Ternyata temannya bukan tukang... tapi tentara.
Lebih mengejutkan lagi... tentara teroris! (ini plot twist tingkat tinggi).

Tukang Tempe tertembak.
Terkapar.
Tersungkur.

Tukang Tahu?
Yang tadi terjatuh... tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.

"HAHAHA... ternyata temenan sama tentara!"

Pembaca pun terdiam...
Lalu tertawa...
Lalu bertanya-tanya:

"Ini cerita tempe-tahuan... atau film thriller?"

Twist Terakhir yang Tak Terduga:
Ternyata... semua itu hanya terjadi dalam teater tukang keliling untuk menarik perhatian tetangga supaya beli tempe dan tahu.

Dan hasilnya?
Tempe terjual tiga, tahu terjual tujuh...
Tapi cerita mereka teringat tujuh turunan.

Teletai tudah telitanya... tapek tekali... telima tasih...

Telamat Tertawa Tanpa Tertahan!

Salam blogger persahabatan 

Omjay/Kakek Jay

Guru blogger Indonesia 

Blog https://wijayalabs.com

Omjay dan atisa cucunya/dokpri
Omjay dan atisa cucunya/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4