Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Cara Omjay Mengelola Sampah Menjadi Berkah

20 Maret 2026   06:11 Diperbarui: 20 Maret 2026   11:09 279 10 4

Sisa makan di rm laksana 2 soreang bandung/dokpri
Sisa makan di rm laksana 2 soreang bandung/dokpri

Dari Sampah Menjadi Berkah: Kisah Omjay menyambut Hari Idul Fitri. Inilah kisah Omjay kali ini di kompasiana tercinta.

Kemarin kami baru saja melaksanakan buka puasa bersama keluarga besar tercinta. Alhamdulillah kami bisa berbuka puasa bersama di rumah makan Laksana Soreang Bandung. 

Videonya dapat ditonton di link youtube https://youtube.com/shorts/pR7xSOKK2bA?si=Q164syJnfk5oOFcC.


Hari ini kami melaksanakan puasa terakhir. Besok kami akan melaksanakan hari Raya Idul Fitri. Hari kemenangan akhirnya tiba. Takbir menggema di seluruh penjuru kampung, menggetarkan hati siapa saja yang mendengarnya. 

Bagi sebagian orang, Idul Fitri adalah tentang baju baru, hidangan lezat, dan berkumpul bersama keluarga. 

Namun, bagi Omjay—Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd—hari suci ini memiliki makna yang jauh lebih dalam: tentang keberkahan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Tahun lalu, setelah menunaikan salat Id, Omjay tidak langsung duduk santai menikmati opor ayam dan ketupat. Omjay justru berjalan menyusuri lingkungan sekitar rumahnya. 

Wajahnya tampak serius, matanya memperhatikan sesuatu yang sering diabaikan orang lain: tumpukan sampah sisa perayaan malam takbiran.

Plastik makanan, botol minuman, kertas pembungkus, hingga sisa-sisa daun pisang berserakan di berbagai sudut. Pemandangan ini seolah menjadi “tradisi lain” yang selalu hadir setiap Idul Fitri—tradisi yang jarang disadari dampaknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5