Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Cara Omjay Mengelola Sampah Menjadi Berkah

20 Maret 2026   06:11 Diperbarui: 20 Maret 2026   11:09 251 7 2

“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” gumam Omjay dalam hati.

Kesadaran yang Berawal dari Hal Sederhana

Omjay teringat pesan sederhana yang sering ia sampaikan kepada murid-muridnya: menjadi manusia bermanfaat tidak harus menunggu besar, cukup mulai dari hal kecil yang dilakukan dengan konsisten.

Dengan mengenakan sarung dan peci, Omjay mengambil karung bekas dan mulai memunguti sampah di sekitar rumah. Awalnya, beberapa tetangga hanya memandang heran.

“Lho, Omjay kok malah pungut sampah di hari Lebaran?” tanya salah satu warga.

Omjay tersenyum. “Justru ini bagian dari Lebaran. Kita kembali suci, termasuk lingkungan kita.”

Perlahan, satu per satu anak-anak mulai mendekat. Mereka penasaran. Omjay pun mengajak mereka ikut membantu. Tanpa disadari, kegiatan kecil itu berubah menjadi gerakan bersama.

Mengubah Cara Pandang: Sampah Bukan Musibah

Setelah sampah terkumpul, Omjay tidak langsung membuangnya. Ia mengajak anak-anak dan beberapa warga untuk memilah.

  • Plastik dipisahkan
  • Botol dikumpulkan
  • Kertas disortir
  • Sampah organik ditaruh terpisah

“Ini bukan sekadar sampah,” jelas Omjay. “Ini adalah peluang.”

Ia kemudian menjelaskan bagaimana sampah plastik bisa dijual ke bank sampah, botol bisa didaur ulang, dan sampah organik bisa dijadikan kompos. Bahkan, beberapa barang bekas bisa disulap menjadi kerajinan tangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5