Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Air Mata di Ujung Ramadhan

20 Maret 2026   13:12 Diperbarui: 20 Maret 2026   13:12 232 6 0

https://youtu.be/sijCjYxClUg?si=Cd-w4Wc_h2j75Wn9

Kisah Omjay kali ini diberikan Judul: Air Mata di Ujung Ramadhan: Saat Rindu Belum Sempat Terobati. Semoga bermanfaat buat pembaca kompadiana di hari Jumat, 20 Maret 2026.

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

Tanpa kita sadari, Ramadhan perlahan melangkah pergi. Ia tidak pernah benar-benar pamit dengan suara yang keras. Ia hanya pergi diam-diam... meninggalkan jejak di hati, menyisakan rindu yang sulit dijelaskan.

Tiba-tiba saja, kita sudah berada di penghujungnya.

Masih teringat jelas bagaimana dulu kita menyambutnya dengan penuh harap. Kita berjanji akan menjadi lebih baik. Kita bertekad akan memperbanyak ibadah. Kita ingin berubah. Kita ingin lebih dekat kepada Allah.

Namun kini... saat Ramadhan benar-benar akan meninggalkan kita, justru air mata yang jatuh tanpa bisa ditahan.

Ya Allah... jika ini Ramadhan terakhirku, apakah aku sudah memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya?

Pertanyaan itu sering hadir diam-diam. Menyelinap di antara malam-malam terakhir yang seharusnya kita isi dengan sujud yang lebih panjang, doa yang lebih dalam, dan harapan yang lebih tulus.

Ramadhan bukan sekadar bulan. Ia adalah tamu istimewa. Tamu yang selalu datang membawa keberkahan, menghapus dosa, dan menguatkan jiwa yang rapuh.

Namun seringkali, kita baru benar-benar menyadari betapa berharganya ia... saat ia hendak pergi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5