Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Air Mata di Ujung Ramadhan

20 Maret 2026   13:12 Diperbarui: 20 Maret 2026   13:12 221 6 0

Esok adalah harapan. Sekarang adalah pengalaman. Dan kemarin telah menjadi kenangan.

Kenangan tentang sahur yang mungkin terasa berat, tapi kini justru dirindukan.
Kenangan tentang berbuka puasa bersama keluarga, sederhana tapi penuh makna.
Kenangan tentang tarawih, tentang tadarus, tentang doa-doa yang diam-diam kita panjatkan dalam sujud.

Semua itu kini perlahan berubah menjadi cerita. Cerita yang akan kita kenang sepanjang tahun... hingga Ramadhan kembali, jika Allah masih memberi kesempatan.

Melepas Ramadhan bukan perkara mudah.

Ada rasa kehilangan yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Ada kekosongan yang tiba-tiba hadir, seolah ada bagian dari hati yang ikut pergi bersamanya.

Kita takut...

Takut jika amalan kita belum cukup.
Takut jika dosa kita belum sepenuhnya diampuni.
Takut jika kita tidak lagi diberi kesempatan untuk bertemu dengannya tahun depan.

Dan yang paling menyakitkan... kita takut jika rasa rindu ini justru menjadi saksi bahwa kita belum benar-benar berubah.

Perpisahan memang selalu menyakitkan. Apalagi dengan sesuatu yang begitu kita cintai.

Ramadhan mengajarkan kita arti kesabaran.
Ramadhan mengajarkan kita arti keikhlasan.
Ramadhan mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati bukan tentang dunia... tapi tentang kedekatan dengan Sang Pencipta.

Lalu bagaimana setelah ia pergi?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5