Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Buat Apa Sih Kita Menulis?

24 Maret 2026   09:41 Diperbarui: 24 Maret 2026   14:10 116 4 1

Dalam setiap tulisannya, Omjay mencoba menyisipkan nilai-nilai kehidupan. Omjay menulis tentang kejujuran, tentang kesabaran, tentang perjuangan menjadi guru di tengah keterbatasan. 

Omjay percaya bahwa tulisan adalah warisan. Jika suatu hari Omjay sudah tidak lagi mengajar, tidak lagi hadir di ruang kelas, tulisannya masih bisa berbicara kepada generasi berikutnya.

Omjay membayangkan, mungkin suatu hari nanti, seorang anak muda akan membaca tulisannya dan menemukan semangat baru. Mungkin ada seorang guru yang hampir menyerah, lalu kembali bangkit setelah membaca kisahnya. 

Bagi Omjay, kemungkinan kecil itu sudah cukup menjadi alasan untuk terus menulis. Luruskan niat menulis supaya hati penulisnya bertemu dengan hati pembaca.

Suatu ketika, seorang teman bertanya,
"Omjay, kalau tidak dibayar, kenapa masih rajin menulis?"

Omjay tersenyum. Omjayntidak langsung menjawab. Omjay hanya membuka salah satu artikelnya dan menunjukkan kolom komentar yang berisi ucapan terima kasih dari para pembaca. Lalu ia berkata pelan,
"Ini bayaran yang tidak bisa dihitung dengan uang."

Menulis bagi Omjay adalah ibadah. Omjay percaya bahwa setiap kata yang membawa kebaikan akan menjadi amal jariyah. Selama tulisannya masih dibaca dan menginspirasi, selama itu pula pahala mengalir. 

Keyakinan inilah yang membuat Omjay tetap menulis, bahkan di saat tubuh lelah dan pikiran penat. Omjay tetap menulis walaupun dibantu kecerdasan buatan atau AI.

Di penghujung malam, sebelum menutup laptopnya, Omjay sering berdoa dalam hati,
"Ya Allah, jika tulisanku bisa menjadi jalan kebaikan bagi orang lain, izinkan aku terus menulis."

Maka, ketika kita bertanya, buat apa sih kita menulis? Jawabannya bisa berbeda bagi setiap orang. Ada yang menulis untuk uang, ada yang menulis untuk terkenal, dan itu tidak salah. Namun, kisah Omjay mengajarkan bahwa menulis juga bisa menjadi jalan untuk berbagi, menguatkan, dan meninggalkan jejak kebaikan di dunia.

Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak uang yang kita dapat dari tulisan, dan bukan seberapa terkenal nama kita karenanya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4