Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
PANEN OKSIGEN DALAM SHALAT DAN TILAWAH: HARMONI IBADAH DAN KESEHATAN. Inilah kisah Omjay kali ini. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta. Pagi ini omjay mendapatkan pesan inspirasi pagi dari pak Umedi. Artikelnya menjadi tema kisah Omjay kali ini di kompasiana tercinta.
Kamis pagi yang penuh inspirasi ini mengajak kita merenungi satu nikmat luar biasa yang sering terlupakan: napas. Setiap detik, manusia hidup karena oksigen yang masuk ke dalam tubuh dan diolah secara menakjubkan oleh paru-paru. Di balik proses sederhana ini, tersimpan keajaiban ciptaan Allah yang begitu sempurna.
Di dalam paru-paru, terdapat jutaan kantung udara kecil yang disebut alveolus. Bentuknya menyerupai buah anggur yang bergerombol. Di sinilah terjadi pertukaran penting antara oksigen (O) yang kita hirup dengan karbon dioksida (CO) yang harus dikeluarkan dari tubuh. Semakin lama oksigen berada dalam alveolus, semakin optimal proses penyerapan yang terjadi. Artinya, kualitas pernapasan sangat menentukan kesehatan tubuh kita.
Lalu, kapan waktu terbaik di mana interaksi antara oksigen dan alveolus berlangsung lebih lama? Salah satu jawabannya ternyata ada dalam aktivitas ibadah seorang Muslim: shalat dan tilawah Al-Qur'an.
Pernapasan dalam Shalat: Ritme yang Menenangkan
Gerakan dalam shalat bukan hanya ritual fisik, tetapi juga menghadirkan ketenangan jiwa dan keteraturan napas. Saat berdiri, rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud, tubuh bergerak dengan ritme yang stabil. Ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an dalam shalat, kita secara alami menarik napas dalam-dalam, lalu mengeluarkannya perlahan saat melafalkan bacaan.
Pola ini menyerupai teknik deep breathing atau pernapasan dalam yang banyak dianjurkan dalam dunia medis modern. Pernapasan seperti ini membantu memperpanjang waktu kontak antara oksigen dengan alveolus, sehingga penyerapan oksigen menjadi lebih maksimal.
Dalam dunia kesehatan, teknik seperti ini sering digunakan untuk:
Tilawah Al-Qur'an: Terapi Pernapasan dan Jiwa
Tilawah atau membaca Al-Qur'an juga memberikan manfaat serupa. Saat membaca dengan tartil (perlahan dan benar), seseorang akan: